Simple Web Counter
Posting Balasan 
 
Rating Thread:
  • 0 Memberi Suara - 0 Rata-rata
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Mengambil Foto Aquascape
Iya benar bray, 1 foto nya saya post di sini dan ini posisi lampu yang kemaren di tanya bray

<!-- m --><a class="postlink" href="http://i150.photobucket.com/albums/s108/yumewhiz/Sazanami/DSC_8735.jpg">http://i150.photobucket.com/albums/s108 ... C_8735.jpg</a><!-- m -->

Hanya saja setingan cahayanya di sesuaikan maka hasil nya lumayan sesuai ke inginan

<!-- m --><a class="postlink" href="http://i150.photobucket.com/albums/s108/yumewhiz/Sazanami/DSC_8734.jpg">http://i150.photobucket.com/albums/s108 ... C_8734.jpg</a><!-- m -->

Karena thread ini memang membahas fotografi jadi detail mengenai foto tersebut adalah

F-stop = f/9
Exposure = 1/160 sec
ISO speed = ISO-200
Exposure bias = +0.3
Focal Length = 48mm
Max Aperture = 3
35mm Focal Length = 72

Selanjutnya saya post fotonya di thread Saya

Mohon bimbingannya dari master2 dan yg berpengalaman dengan fotografi juga, krn sy bukan ahli nya :mrgreen:

Salam,

Still Learning about 'Golden Entanglement'
Kutip pesan ini pada balasan
#31 05-14-2009, 06:58 PM
habis coba2 mainan baru, extension tube 3rd party (made in china). harga sangat2 murah bila dibandingkan dgn lensa macro 100 mm. hasilnya memang tdk sebagus lensa makro, tp bolehlah utk iseng2 jepret sana sini. silahkan dilihat hasilnya.


[Gambar: CopyofIMG_3540.jpg]


[Gambar: CopyofIMG_3539.jpg]


foto diatas diambil dengan:
canon 1000d
lensa 18-55 mm is
extension tube 30 mm
pencahayaan di outdor
no flash
lokasi kolam aquascape temen :lol:


hasilnya mungkin sedikit blur, tp ini gara2 waktu foto kondisi bener2 sangat berangin. dan lagi gara2 di siang bolong tanpa naungan, tangan gemetaran nahan panas. :mrgreen: krn extension tube ini tdk ada konektor elektroniknya, jd fungsi af n is tdk bisa digunakan. back to basic, manual focus.
Kutip pesan ini pada balasan
#32 01-10-2010, 09:00 PM
Dro, extension Tubenya ini pake kaca pembesar ya?
Dicoba pake tripod atau monopod aja supaya nggak getar.
Settingan Cameranya di Macro atau Apperture Mode?
Kutip pesan ini pada balasan
#33 01-10-2010, 09:16 PM
andhara Tulis:Dro, extension Tubenya ini pake kaca pembesar ya?
Dicoba pake tripod atau monopod aja supaya nggak getar.
Settingan Cameranya di Macro atau Apperture Mode?

ngga kok, murni hanya extension tube aja. kl pake loupe mah pasti g ud sebut pake loupe. :mrgreen: lagian kan ud disebut di atas pake ext tube 30 mm.

kl pake tripod sepertinya susah, tp ide utk pake monopod, lebih sesuai kayanya utk situasi yg td g hadapin (panas terik tp sangat berangin).

settingan kamera pake speed priority (TV). gara2 pake ext tube, walaupun siang bolong, hrs pake iso agak tinggi. ini td maen di 400. kl di 100 selalu under terus, soalnya pake speed 1/30. padahal exp ud mentok di +2. ga kebayang spy bisa maen di 1/100 hrs pake iso brp.
Kutip pesan ini pada balasan
#34 01-10-2010, 10:36 PM
aquaplantae Tulis:
andhara Tulis:Dro, extension Tubenya ini pake kaca pembesar ya?
Dicoba pake tripod atau monopod aja supaya nggak getar.
Settingan Cameranya di Macro atau Apperture Mode?

ngga kok, murni hanya extension tube aja. kl pake loupe mah pasti g ud sebut pake loupe. :mrgreen: lagian kan ud disebut di atas pake ext tube 30 mm.

kl pake tripod sepertinya susah, tp ide utk pake monopod, lebih sesuai kayanya utk situasi yg td g hadapin (panas terik tp sangat berangin).

settingan kamera pake speed priority (TV). gara2 pake ext tube, walaupun siang bolong, hrs pake iso agak tinggi. ini td maen di 400. kl di 100 selalu under terus, soalnya pake speed 1/30. padahal exp ud mentok di +2. ga kebayang spy bisa maen di 1/100 hrs pake iso brp.

Coba pake Lensa yang bukaan gede aja, misal : lensa 50mm bukaan 1.4 atau 1.8 gimana? Kan kalo pake Lensa standar 18-55mm paling dapat bukaan-nya maksimal di 3.5.
Sorry kalo gue blo'on ya urusan ini, namanya juga masih super nubi :oops:
Kutip pesan ini pada balasan
#35 01-10-2010, 11:03 PM
andhara Tulis:Coba pake Lensa yang bukaan gede aja, misal : lensa 50mm bukaan 1.4 atau 1.8 gimana? Kan kalo pake Lensa standar 18-55mm paling dapat bukaan-nya maksimal di 3.5.
Sorry kalo gue blo'on ya urusan ini, namanya juga masih super nubi :oops:

ga punya om lensa yg disebutin. masih nyari pinjeman dulu. lensa kit yg g punya, kalo mentok di zoom di focal length 55 mm, cm bisa maen di f 5,6 (boro2 bisa maen di 3,5). nah mslhnya ext tube ini cm bisa dipake di posisi zoom paling mentok. dalam kasus g di 55 mm. utk focal length 18 mm, baru bisa maen di f 3,5. hehehehehe, namanya juga lensa kit, ga bisa berharap tll banyak. :mrgreen:
Kutip pesan ini pada balasan
#36 01-11-2010, 09:28 PM
Kebetulan Om Hendro mengangkat tema Makro :

Berkaitan dengan fotografi makro, mari kita membahas faktor yang penting yaitu aperture :

Dibawah ini perbandingan hasil foto di aperture F/2.8 dan F/8 dan F/14 untuk menjelaskan lebarnya 'ruang fokus' dari masing-masing aperture tersebut (menggunakan lensa Canon EF 100mm f/2.8 makro) :

[Gambar: makro_anub_f2p8-iso400-400s_resize.jpg]
[Gambar: makro_anub_f8-iso1600-50s_resize.jpg]
[Gambar: makro_anub_f14-iso1600-15s_resize.jpg]

atas: F2.8 - ISO 400 - 1/400s
tengah : F8 - ISO 1600 - 1/50s
bawah : F14 - ISO 1600 - 1/15s

Contoh lain : (maaf cari objek yang gampang dan kebetulan tanaman air tidak ada yang berbunga)

[Gambar: makro_bunga_f2p8-iso400-1250s_resiz.jpg]
[Gambar: makro_bunga_f8-iso400-160s_resize.jpg]
[Gambar: makro_bunga_f16-iso1600-125s_resize.jpg]

atas: F2.8 - ISO 400 - 1/1250s
tengah : F8 - ISO 400 - 1/160s
bawah : F16 - ISO 1600 - 1/125s


Foto makro yang artinya Objek biasa di"perbesar" dengan teknik macam-macam, mempunyai pendekatan yang sama seperti telephoto (alias foto menangkap objek yang berjarak jauh di depan kamera) yaitu selalu hati-hati dalam memilih aperture (angka F/xx). Aperture yang terlalu besar (angka f/xx kecil) bisa memberikan hasil bidang fokus yang tipis (coba lihat foto dengan aperture F/2.8 diatas).

Berapa besar aperture yang diperlukan untuk mendapatkan foto makro yang bagus?
Setiap aperture yang dipilih bisa memberikan keunikan tersendiri dari foto makro. Bahkan dengan ruang fokus yang sempit/tipis di aperture f/2.8 bisa memberikan foto makro abstrak yang menarik seperti foto Om Hendro.
Namun demikian, untuk mendapatkan ruang fokus yang besar agar foto bisa menangkap detail yang lebih banyak, jelas kita harus memilih aperture yang kecil (angka f/xx besar) seperti f/5 sampai f/15.

Ini salah satu contoh jika kondisi cahaya rendah, ikan bergerak dengan cepat sehingga kita butuh shutter speed yang cepat sampai 1/60s, ISO sudah maksimal di ISO 1600 dan sehingga kita dipaksa menggunakan aperture f/2.8 yang artinya ruang fokus sangat sempit sehingga cuman dapat "moncongnya" :

[Gambar: sawbaw_3331revrev_resize.jpg]


Apakah bedanya lensa ber-fitur makro dengan lensa biasa? Apa fungsi makro extension tube?
Setiap lensa memiliki jarak minimum (jarak terdekat) antara lensa dengan objek agar lensa bisa mendapatkan fokus terbaiknya. Lensa makro dikonstruksi khusus agar jarak minimum ini lebih pendek dibandingkan lensa biasa sehingga objek terlihat lebih besar.
Contoh
Lensa 50mm biasa mempunyai jarak minimum lensa dengan objek = 45 cm
Lensa 50mm dengan fitur makro mempunyai jarak minimum lensa dengan objek hanya = 23 cm
Perbedaan jarak 22 cm atau setengahnya cukup memperbesar objek di hasil foto.

Pemilik lensa biasa bisa memperpendek jarak minimum ini dengan menambah extension tube.
[Gambar: macro-extension-tube-for-canon-lens.jpg] sumber foto dari google.
Semakin panjang extension tube yang dipakai, semakin dekat jarak minimum fokus yang dibutuhkan sehingga objek tampak semakin besar. Extension tube ini bisa menjadi alternatif "sementara" yang murah bagi penghobby yang ingin mencoba merasakan dunia makro.

Ada extension tube yang dilengkapi perangkat eletrik sehingga autofokus dan aperture lensa tetap berjalan normal.
Ada juga extension tube manual tanpa perangkat elektrik sebagai alternatif yang jauh lebih murah. Namun demikian, tanpa fungsi autofokus dan aperture, agak menyulitkan pengguna untuk "menjelajah" dunia makro lebih lanjut seperti mengambil foto serangga yang sensitif, ikan kecil yang berenang lincah atau kondisi alam yang kurang bersahabat.

Selain itu, lensa makro juga mempunyai konstruksi yang lebih mendukung proses menangkap objek yang lebih dekat dibandingkan lensa biasa yang sekelas.

Apakah yang dimaksud perbandingan 1:1 di foto makro ?
penjelasan wikipedia mengenai perbandingan 1:1 = .... macro lenses are 1:1, meaning the image on the film is the same size as the object being photographed.....

Apakah lensa makro bisa digantikan oleh lensa tele? Kan lensa tele bisa menangkap objek yang jauh didepan?

Gampang nya saya jawab tidak bisa.

Mari kita lihat perbandingan data :
Lensa makro 100 mm = jarak fokus terdekat 31cm dgn pembesaran 1:1, berat lensa 580gr
Lensa biasa 100 mm = jarak fokus terdekat 90cm dgn pembesaran 1:0,14, berat lensa 460gr
Lensa biasa 200 mm = jarak fokus terdekat 150cm dgn pembesaran 1:0,16, berat lensa 765gr
Lensa biasa 300 mm = jarak fokus terdekat 150cm dgn pembesaran 1:0,24, berat lensa 1.190gr
Lensa biasa 600 mm = jarak fokus terdekat 550cm dgn pembesaran 1:0,12, berat lensa 5.360gr

Bisa dilihat, semakin besar focal length (zoom) maka semakin besar juga jarak minimum fokus yang dibutuhkan.
Pembesaran juga tidak bisa bersaing dengan lensa khusus makro.



Nah ... sementara ini dulu share dari saya. Semoga berkenan bagi teman-teman.
Jika ada yang ingin menambah atau bertanya ... yuk dibahas disini.
Kutip pesan ini pada balasan
#37 01-12-2010, 02:15 PM
top markotob infonya neh :good: :good:
Kutip pesan ini pada balasan
#38 01-12-2010, 09:08 PM
wah info dr om reggie bagus banget nih. :mrgreen:

btw, saya mau tambahkan sedikit aja. utk mengambil foto makro, selain menggunakan lensa makro dan extebsion tube, tdp bbrp cara lain. utk saat ini yg saya tau ada 2 lagi, al:

1. lensa dipasang terbalik pada body (sangat tidak direkomendasikan). tujuannya, spt yg sdh dibilang sama om reggie, yaitu utk memperpendek jarak fokus lensa. hal ini sangat tidak direkomendasikan, krn bagian elektronik lensa akan terpapar pada elemen dunia luar. biasanya kan kita selalu melindungi permukaan lensa dgn filter, entah uv, cpl dll. tp apabila lensa dibalik, tentunya tdk ada perlindungan lagi.

2. dgn menggunakan loupe (kaya pembesar). loupe cukup dimajumundurkan di depan lensa sampai didapatkan fokus yg diinginkan. cara ini relatif lebih aman bagi kamera n lensa, krn tdk ada bagian yg digunakan diluar spesifikasi normalnya. namun yg jadi masalah adalah hal ini cukup sulit utk dilakukan, krn biasanya kita menggunakan 2 tangan utk menggunakan kamera, tangan kanan pegang body, tangan kiri utk zoom dan fokus. tp cara ini bisa disiasati dgn menggunakan lensa fix dan fungsi auto focus diaktifkan.

nah buat teman2 disini yg kesulitan dgn budget utk lensa makro, mungkin bisa mencoba cara ke 2. selamat mencoba. :mrgreen:
Kutip pesan ini pada balasan
#39 01-12-2010, 09:39 PM
Nah soal extension tube manual yang dipakai Om Hendro nih ... maka saat menggunakan lensa di ext. tube tersebut, lensa akan otomatis memakai aperture paling lebarnya (f/xx paling kecil). Jadi misal kita menggunakan lensa 18-55 f/3.5 maka saat lensa dipasang di ext. tube, aperture yang bisa dipakai otomatis pada f/3.5. Kita tidak bisa mengganti apperture via kamera seperti saat kita tidak menggunakan ext. tube karena ext tube tidak mempunyai perangkat elektrik yang mentransfer data dari body kamera ke lensa, dan dalam kasus ini kamera akan menampilkan f/00 pada display.

Lalu bagaimana caranya kita mengatur aperture menggunakan Ext. tube manual ?
Saya pernah baca, walau saya belum pernah mencoba nya, bahwa dengan extension tube manual pun kita bisa menggunakan aperture di bukaan kecil (f/5 keatas). Cara ini hanya berlaku bagi body merk Canon saja. Salah satu narasumber = klik disini.

Caranya:
Pasang lensa di body kamera seperti normalnya.
Gunakan AV mode atau M (manual) mode
Atur aperture di angka yang diinginkan misal f/8.
Lalu tekan Preview Aperture Button (lokasi di body kamera dekat dengan lensa).
Jangan lupa switch ON kameranya sebelum menekan tombol Preview Aperture Button. Tongue
Sambil menekan tombol tersebut, lepaskan lensa.
Maka lensa akan berada di posisi aperture yang anda inginkan.

DOF button - Preview Aperture Button
[Gambar: dof_button.jpg]
sumber : <!-- m --><a class="postlink" href="http://www.myfuncamera.com/blog/?p=137">http://www.myfuncamera.com/blog/?p=137</a><!-- m -->

Catatan : saya belum pernah mencoba cara ini, bisa jadi ada kendala atau resiko kesalahan teknis, jadi gunakan cara ini dengan extra hati-hati. Teman-teman lain yang pernah menggunakan cara ini mohon berbagi pengalamannya.
Kebetulan Om Arif Hamsa juga sudah pegang extension tube .. mungkin bisa dibagi-bagi pengalamannya nih Om?
Kutip pesan ini pada balasan
#40 01-13-2010, 02:09 AM
bro reggie, ijinkan nubie ikutan share juga yah...
kalo untuk extension tube, saya pribadi belom pernah coba alatnya, tapi bulan desember 2009 kmrn sempet pesen body-to-male (B2M) di salah satu bursa foto web indo. Alat ini yg di maksud bro aquaplantae (kalo emang bener yah bro Big Grin , CMIIW).jadi urutan nya, Body kamera - B2M - lensa yg filter ringnya 52mm (krn saya beli yg B2M 52mm). Lensa yg saya gunakan kebetulan lensa SLR film, lensa Braun 28-70mm. Posisi lensa emang di balik, jadi agak2 serem juga kalo bagian dalem lensa tanpa pelindung apa2. pembesarn yg diperoleh nampak nya cukup baik, hanya saja harus manual fokus - bagi saya yg mata minus ini agak sedikit kesulitan.
berikut hasil jepretan nya:
[Gambar: oto-macro.jpg]
foto di luar dunia aquascape, iseng foto2 bunga dan serangga :mrgreen:
[Gambar: mymacro-005.jpg]
[Gambar: mymacro-011.jpg]
[Gambar: mymacro-006.jpg]
[Gambar: mymacro-014.jpg]
[Gambar: mymacro-001.jpg]
kalo yg ini hanya pake lensa kit nikon 18-55mm
[Gambar: mymacro-004.jpg]

tambahan aja, foto2 diatas perlu di bantu dengan flash dan diffuser nya.
bro reggie yg pgn saya tanyakan, perbedaan bukaan diafragma. kalo saya baca, diafragma lensa bro reggie makin besar angkanya, maka gbrnya tajem ( bokeh nya berkurang ), nah kalo saya foto dgn B2M ini, saya set diafragma di F11 bahkan F22, background tetep bokeh, kira2 knp yah bro? apa krn membalik lensa??
thx..
Kutip pesan ini pada balasan
#41 01-14-2010, 01:30 PM
Menurut info yang saya baca, semua penggunaan alat makro yang tidak memberikan 'fasilitas' sambungan elektrik dimana data dari lensa tidak tersambung ke body kamera yang berakibat kamera tidak bisa mengatur aperture dari lensa, maka secara otomatis lensa akan menggunakan setting aperture terbesarnya.

Contoh :
lensa 18-55 f/3.5-5.6 maka aperture otomatis di f/3.5
lensa 50mm f/1.8 maka aperture otomatis ke f/1.8

Untuk pengguna canon, bisa diakali dengan mengatur aperture terlebih dahulu sebelum dipasang ke adaptor makro. Contoh bisa liat thread diatas.

Untuk yang belum tahu adaptor body-to-male dimana lensa dipasang terbalik ke body kamera, contohnya seperti ini :
[Gambar: body_to_male_macro.jpg]
sumber google.

Mengenai mata minus bisa menggunakan diopter adjustment di sebelah viewfinder dimana viewfinder akan menyesuaikan minus dari mata sehingga tetap bisa fokus dalam membidik objek. Untuk D90 mempunyai kemampuan Diopter adjustment –2 to +1.
Kutip pesan ini pada balasan
#42 01-15-2010, 02:54 PM
wah tambah sakti aja nih ilmunya boeng reggie :wink:

MANTAPSSSS
8) 8) 8)
Kutip pesan ini pada balasan
#43 01-25-2010, 12:31 PM
wah mantep pak sharingnya
Kutip pesan ini pada balasan
#44 01-25-2010, 11:14 PM
walah..ini mah macro the hard way om hendro..he...he...
saya pernah nulis artikelnya di salah satu website fotografi
tapi kayaknya mesti daftar dulu buat bukanya..
http://www.ayofoto.com/blog/16/62/macro-the-hard-way/

ada juga sih convert ke dalam doc..dimuat di blog multiply
http://gofoto.multiply.com/journal/item/5

menurut hemat saya sih :
1. kalo mau ketajaman yang terbaik (bukan DOF yah,tapi resolusi), jangan melebihi f/11, untuk kebanyakan lensa pada sensor SLR yang memiliki crop factor (bukan full 35mm)

2. teknik reverse lens, stacked reversed lens, extension tube, maka fokus umumnya manual, memang ada sih extension tube yang support AF, tapi percaya deh..lebih baik manual..karena AF anda bakal maju mundur kayak orang mabok.

3. teknik reverse lens, stacked reversed lens, extension tube, kualitas gambar yang dihasilkan akan dipengaruhi oleh lensa yang digunakan,umumnya lebih baik dengan kombinasi lensa fix/prime, bukan zoom, dengan bukaan lebar.
ini salah satu contoh pake stacked reversed lens, gak perlu gear mahal, cukup kamera pocket canon powershot A710 dan lensa djadoel nikkor 50 f/1.8

[Gambar: 22449_281385010818_752590818_3641989_6139502_n.jpg]

4. soal diafragma, untuk lensa2 canon yang seri EF dan EF-s anda terpaksa memakai bukaan terlebar, ada yang bilang sih dengan teknik tertentu bisa dikunci di bukaan yang diinginkan,tpa saya sendiri tidak berani mencoba,karena takut kl ada apa2,malah berabe. kl untuk lensa2 merk lain, atau lensa2 djadoel. anda lebih leluasa mengatur diafragmanya

5. Kebanyakan viewfinder yang ada pada DSLR, bukan didesain untuk manual focus, berbeda dengan SLR film yang memang dilengkapi dengan focusing screen yang memudahkan manual focusing
http://en.wikipedia.org/wiki/Focusing_screen
beberapa produsen lensa menyediakan focusing screen khusus untuk beberapa jenis kamera, ada juga yang 3rd party, namun saran saya,jangan beli yang ecek2,nanti malah kecewa,karena sama tidak akuratnya.. Smile
jadi gimana cara fokusnya?..kalo saya sih dulu percaya insting,dan ambil beberapa shot dengan sedikit menggeser posisi kamera,akan memperbesar kemungkinan hasil fokus yang tepat

6. menurut saya, teknik macro the hard way ini keunggulannya adalah murah meriah, namun banyak juga kesulitan yang anda bakal hadapi,antara lain :

a. DOF lebih sempit, lensa 100mm macro f/8 akan memiliki dof yang berbeda dengan lensa 100mm non macro yang di reverse atau di beri extension tube (for om hendro dan bro bla_bla),jadi bukan salah anda atau alat anda..tapi memang begitulah sifatnya.. Smile
foto lalat diatas merupakan gabungan dari 4-5 foto dengan berbagai titik fokus/focus bracketing
http://en.wikipedia.org/wiki/Bracketingkarena walaupun sudah diset di diafragma terkecil pun,hasilnya dof nya tetap sempit,akhirnya ya bracket saja.
namun tentu saja hal ini tidak bisa dilakukan pada obyek yang bergerak

b. jarak focus yang sangat pendek, bisa 3-5 cm dari ujung lensa,tergantung jenis lensa yang anda pakai, kl saya sih lebih aman pake lensa djadoel, dulu beli 50mm f1/,8 nikkor yang djadoel banget cm 300rb an..dari pada pake yang lensa modern,terus baret,celaka 13..

c. light loss yang cukup tinggi, (for om hendro),sekedar ilustrasi saja, karena saya tidak pernah serius membandingkannya,misal dengan lensa macro anda bisa dapat f/8 dan 1/250 secs, dengan teknik "alternatif" diatas dof dan shutter speed yang anda dapatkan jauh dibawah itu. bisa disiasati dengan iso tinggi 400-800,karena kamera sekarang noise controlnya sudah bagus, atau bisa menggunakan external flash yang ditrigger pake kabel/radio, tidak mahal juga,flash 350-400rb,trigger radio 200rb, sehingga anda bisa dapat speed di 1/160-200 untuk mengurangi resiko shake, dan diafragma yang sempit (f/11-16) meskipun cahaya tidak terang. ini contohnya,saya lupa data akuratnya..tapi yang jelas sudah sore menjelang malam dan menggunakan lensa 50mm dibalik..pantulan flash bisa diliat digelembung lalatnya..
[Gambar: 22449_281342070818_752590818_3641624_5202170_n.jpg]

tapi kl mau dapat freeze shot spt ini, spt nya mending pake lensa macro deh
[Gambar: 22449_281373845818_752590818_3641971_3355813_n.jpg]
[Gambar: 22449_281370320818_752590818_3641933_2548323_n.jpg]

7. soal perbesaran,magnifikasi, lebih sering ditulis sebagai ratio 1:1, 1:2, 1:4, atau angka 0,14 (kira2 1:7)..maknanya spt yang dikasih link om reggie,tapi mgkn yang kurang suka baca bahasa inggris, bisa coba saya bantu (moga2 bahasa indonesia saya cukup jelas)
http://www.ayofoto.com/blog/16/206/magni...-in-macro/
http://gofoto.multiply.com/journal/item/4
dan untuk perbesaran ini bukan semata2 focal length dan jarak ke obyek,(spt contoh dr om reggie)tapi juga desain lensa, sebagai contoh,
lensa canon 100mm macro jarak terdekat ke obyek 31 cm, perbesaran 1:1
lensa canon 28-135 IS,pada 135 jarak terdekat ke obyek 50cm,namum perbesaran hanya 0.19 (1:5)

kesimpulan saya sih, kl buat coba2 or iseng teknik diatas boleh lah dipakai,krn memang murah meriah, dan ada lagi keuntungan yang anda peroleh, yaitu bisa belajar handheld kamera agar tidak mudah shake (poin 6c). tp kl memang serius macro,maka menurut hemat saya sih lebih baik beli lensa macro, kenapa :

1. tajam
2. tidak hanya untuk macro, lensa ini juga bisa untuk foto orang,terutama potret,karena umumnya memiliki focal length dalam kategori medium tele 90-100-150-180, ada juga sih yang 50,60,70 tapi tidak banyak.
3. bukaannya cukup lebar,umumnya 2,8 kecuali yang 180mm biasanya di 3,5

gak perlu yang mahal, 3rd party pun juga pasti tajam,boleh dikata di line up lensa manapun,lensa macro pasti masuk dalam lensa dengan resolusi terbaik. perbedaan signifikan berada pada sistem AF, antigetar, build quality. tapi semua terpulang pada selera dan isi kantong masing2 orang..

semoga membantu..
Kutip pesan ini pada balasan
#45 02-07-2010, 11:29 PM
Posting Balasan 


Menuju Forum:


Pengguna yang membaca thread ini: 1 Tamu

Hubungi Kami | | Kembali Ke Atas | Kembali Ke Konten | Mode Lite (Arsip) | Sindikasi RSS