Posting Balasan 
 
Rating Thread:
  • 0 Memberi Suara - 0 Rata-rata
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Cara berternak Discus
08-09-2010, 10:14 PM
Posting: #1
Cara berternak Discus
Agan2 suhu, master Discus, saya ingin belajar nie dr senior2 sekalian, saya baru belajar berternak discus, sebelumnya saya beli 5 psg discus dr temen sy menurutnya sdh pd berpasangan, lalu sy letakkan pd aquarium ukuran 120x50x50 dgn filter samping, masing2 pasangan menempati 1 bh aquarium, selang 1 minggu mati 1 ekor, seminggu lg 1 ekor lg, seminggu lg 2 e, sisa 3 psg, sy jg tdk tau apa yg diderita discus sy, tdk ada gejala apapun, setiap sy berikan cacing beku tetap dilahap. Sy sdh sempat putus asa, 3 psg lg rencananya sdh mau sy hibahkan ketmn sy, yg 1 psg skarang udah mulai bertelur dgn menempelkannya dipipa paralon rencana mau dihibahkan jd batal deh.
Dengan demikian sy ingin menambah ilmu nie dr agan2 suhu, stlh bertelur bagaimana cara merawatnya sampai menetas? apakah perlu diberikan obat2an? jika berhasil sy ingin menambah indukannya lg suhu.
Temukan semua posting dari pengguna ini
Kutip pesan ini pada balasan
08-10-2010, 12:07 PM
Posting: #2
Re: Cara berternak Discus
ini tak copy dr link yg sebelum ny yang berjudul"INFO UNTUK PEMBIAKAN IKAN DISCUS (revisi bahasa)"

· memelihara Induk Discus

Induk memerlukan air yang bersih. Setiap hari air perlu diganti Yaitu sekitar jam 9.00-9.30 pagi. kotoran yang terdapat di dasar tangki juga perlu dibersihkan. Pengudaraan perlu mencukupi. PARAMETER AIR untuk ikan Discus ialah pH air antara 6.0-6.5, suhu 28-290C dan kelikatan air 40-50 mg/1 CaCO3.



· Pemilihan Induk

Induk yang baik dan produktif diperolehi secara pemilihan pada peringkat anak. Anak-anak ikan dibesarkan di dalam tangki dengan makanan jantung sapi. Pemberian makanan yang mengandung bahan-bahan kimia pencerah warna atau hormon pembesaran tidak diperlukan. Biasanya Discus matang gonad dalam tempo 10-12 bulan.



· Pembiakan

Pasangan yang akan memijah akan mengucilkan diri dari induk-induk lain. Pada tahap ini induk perlu diasingkan/dipindahkan di dalam tangki lain. Biasanya induk betina yang lebih besar lebih baik kerena ia akan menghasilkan anak yang lebih banyak dan sehat. Air pam diinapkan dahuluy semalaman dan diberi aerasi yg kuat serta sebelum masuk ke dalam tanki dialirkan dahulu melewati filter karbonaktiv dapat digunakan untuk membiakkan ikan Discus. Pipa PVC yang berdiameter 6.5-7.5cm dan panjang 30cm diletakkan di satu penjuru akuarium secara menegak atau condong 700 untuk ikan menaruh telurnya.

Discus dibiarkan bertelur di tempat yang terlindung dari gangguan (tempat yg relatif tenang). Pemijahan biasanya terjadi pada jam 2.00-5.00 petang. Induk yang akan memijah akan membersihkan permukaan dinding atau substrat yang disediakan di mana telur-telur akan diletakkan . Proses ini kadangkala akan mengambil waktu hingga beberapa jam. Pada tahap ini induk jantan dan betina dapat dibedakan dengan mudah. Ikan jantan mempunyai saluran pembiakan (breeding tube) yang kecil, pendek dan tajam sementara ikan betina mempunyai saluran pembiakan yang lebih besar dan panjang.

Induk betina mulai bertelur dengan mengeluarkan sebaris telur dipermukaan media dan diikuti oleh induk jantan untuk membuahi telur itu. Proses ini diulang sehingga semua telur dikeluarkan dan ini biasanya memakan waktu sehingga beberapa jam. Seekor induk betina boleh bertelur sehingga 500 butir. Biasanya jumlah telur yang dikeluarkan adalah antara 50-350 butir, tergantung kepada ukuran dan umur induk betina. Telur-telur yang baru dibuahi berwarna jernih. Setelah 1-2 jam kemudian telur yang tidak dibuahi menjadi pudar (opaque) dan dijangkiti jamur (Saprolegnia sp). untuk mengurangi risiko serangan jamur (kulat) beri sedikit larutan metilyne blue dengan dosisn 2ppm dicampurkan ke dalam tangki pembiakan.

Telurnya menetas setelah 48-60 jam pada suhu 26 C - 27 C . Induk-induk ikan akan menyedot telur yang hampir menetas dan memindahkan ke tempat lain untuk memecahkan kulit telur itu. Anak ikan yang baru menetas akan melekat di dinding akuarium/substrat sehingga berumur 3 hari. Pada tahap ini larva tidak perlu diberi makan kerena ia masih mendapat cadangan makanan yolka (yolk). Pada hari keempat ia mulai berenang dan melekat pada badan induknya. Larva ikan ini menghisap lendir (bodyslime) pada tubuh kedua induknya.



· Pemeliharaan Anak Discus

Larva ikan yang berumur 10-12 hari dan berukuran 1-1.5cm panjang dapat diberi makanan seperti Artemia, walaupun ia masih bergantung kepada lendir induknya. Anak ikan dapat dipisahkan dengan induk setelah berumur 18-20 hari. Sekiranya pemisahan dibuat terlalu awal, akan membahayakan hidup anak-anak ikan.



· Pakan Larva Discus

Makanan pertama yang diberikan kepada anak ikan ialah nauplii Artemia sp yang baru menetas. Larva lebih sehat bila dibiarkan lebih lama bersama induknya tetapi untuk tujuan komersil, cara ini adalah kurang wajar kerena induk tersebut dapat bertelur lagi dalam waktu seminggu. pertumbuhan anak Discus tidak seragam. Dan perlu diseleksi dari waktu ke waktu. makanan yang mengandungi kandungan protein tidak kurang dari 35% diperlukan untuk menjamin pertumbuhan yang cepat. Rumusan yang digunakan ialah jantung sapi : hati : serbuk ikan/oat dengan komposisi 4 : 1 : 2.



· Pakan Induk Discus

komposisi utama makanan untuk induk sama seperti untuk anak Discus tetapi lebih diperkaya dengan menambah vitamin atau suplemen berkhasiat.



· Pemeliharaan Anak sehingga ke ukuran Pasaran

Setelah anak Discus berumur 3 minggu, makanan biasanya diberikan sebanyak 2 kali sehari yaitu antara jam 9.00-10.00 pagi. Lebih sering diberi makan (lebih daripada dua kali sehari) lebih baik. Selain makanan komposisi seperti di atas, makanan hidup seperti cacing tubifex (tubifex worm) atau cacing darah (blood worm) juga sesuai untuk pertumbuhan yang cepat. Biasanya anak ikan dapat dipasarkan setelah berumur 3-4 bulan tergantung permintaan pasar


baca2 aj yg lain,.,.masih bnyk kok,.,.huehuehue
nb:klo ada diskus yg pingin di hibahkan boleh,.,.huahuahua
Temukan semua posting dari pengguna ini
Kutip pesan ini pada balasan
08-10-2010, 03:08 PM
Posting: #3
Re: Cara berternak Discus
Kasihan juga ya, kalau sampai mati.

Sebelum mati tidak ada tanda apa2 ? Makannya normal ?

Habis ganti air nga ?

Aneh juga, kalau sebelumnya tidak ada tanda2 sakit, kemungkinan paling besar habis ganti air, terus airnya tidak cocok (yang paling sering gara2 air tidak diendapkan dulu). Sekarang ini pakai air apa ? PAM atau sumur ?

Di forum ini banyak kok informasi2 soal discus. Saya juga belajar banyak dengan baca postingan dari suhu2 disini. Kalau ada pertanyaan diposting aja, nanti pasti banyak yang berusaha bantu.

BTW, lokasi dimana nih ?
Temukan semua posting dari pengguna ini
Kutip pesan ini pada balasan
08-10-2010, 05:20 PM
Posting: #4
Re: Cara berternak Discus
Ditempat saya sich memakai air sumur, sebelum dipakai, air saya endapkan dl ditong2 penyimpanan dan diaerasikan sealama 24 jam.
Saat ini indukan yg bertelur sdh sy tambahkan metylin blue sedikit, sy sich blum tau bagaimana takaran dosis 2 ppm, suhu2 sekalian mohon infonya, apakah ada jual alat untuk menakar dosis obat yg akan dipakai?
Selama telurnya belum menetas apa setiap hari hrs diganti air 1/4 bagiannya?
Barusan sy jg membeli burayak Discus ukuran kuku kelingking, bingung mau dikasi makan apa? cacing sutera apakah sudah layak diberikan? soalnya ditpt sy utk membeli kutu air agak repot, mau dikasi artemia, jumlah burayaknya cuma 40e, saya beli dr temen sy sich cuma Rp.2.000/e jenis blue diamond untuk uji coba pembesarannya.
Temukan semua posting dari pengguna ini
Kutip pesan ini pada balasan
08-10-2010, 10:54 PM
Posting: #5
Re: Cara berternak Discus
Sudah pernah dicek air sumurnya pak ?

Air sumur katanya sih memang lebih "ruwet" dari air PAM. Saya pernah coba pakai air sumur, begitu ikannya dimasukkan, langsung muter2 / megap2. Untungnya masih sempat diselamatkan. Mulai saat itu, saya lebih nyaman kalau pakai air PAM.
Tapi banyak juga kok breeder2 yang pakai air sumur. Malah jauh lebih murah jadinya Smile

Wah kelihatannya sudah cukup serius utk ternakin discus yah pak ?

Kebetulan indukan saya baru bertelur kemarin ini (2X - yang pertama sesudah menetas dimakan oleh induknya, tapi yang ke dua sudah berhasil menempel di induknya). MBnya nga pakai saya takar2 sih. Usahakan sampai benar2 biru gelap. Kelihatannya makin gelap makin bagus.
Salah satu alasan yang pertama dimakan indukan saya, karena saya takut2 kasih MBnya, eh pada jamuran (walaupun cukup banyak yang menetas juga). Mungkin indukannya emosi, jadi langsung dimakan semua :lol:

Saya nga tahu deh, ada efek negatif nga yah kalau kebanyakan MB. Ada pengalaman dari breeder2 lain ?

Untuk burayak seukuran kuku, kayaknya masih perlu artemia deh. Beli aja pak, walaupun skrg cuma 40, toh sebentar lagi bakal punya banyak dari indukan sendiri kan ?

Emang kelihatannya mahal, tapi kayaknya jauh lebih aman daripada kutu air deh.

Mungkin bisa diselang-seling, artemia dan blood worm cincang. Atau kalau masih malas kasih artemia, coba aja dikasih BW cincang, kalau memang mulutnya sudah muat, kemungkinan bisa dimakan.

Oh iya, silahkan minta pendapat dari breeder2 lain yang jauh lebih berpengalaman yah pak. Saya masih benar2 baru pelihara discus, jadi pengalamannya masih cetek. Ini aja "nekat" jawab, supaya rame2in forum ini, supaya makin banyak yang tertarik pelihara discus.

Nanti kalau sempat saya mau coba post discus2 peliharaan saya.
Temukan semua posting dari pengguna ini
Kutip pesan ini pada balasan
08-11-2010, 08:59 AM
Posting: #6
Re: Cara berternak Discus
miliskk Tulis:Sudah pernah dicek air sumurnya pak ?

Air sumur katanya sih memang lebih "ruwet" dari air PAM. Saya pernah coba pakai air sumur, begitu ikannya dimasukkan, langsung muter2 / megap2. Untungnya masih sempat diselamatkan. Mulai saat itu, saya lebih nyaman kalau pakai air PAM.
Tapi banyak juga kok breeder2 yang pakai air sumur. Malah jauh lebih murah jadinya Smile

Wah kelihatannya sudah cukup serius utk ternakin discus yah pak ?

Kebetulan indukan saya baru bertelur kemarin ini (2X - yang pertama sesudah menetas dimakan oleh induknya, tapi yang ke dua sudah berhasil menempel di induknya). MBnya nga pakai saya takar2 sih. Usahakan sampai benar2 biru gelap. Kelihatannya makin gelap makin bagus.
Salah satu alasan yang pertama dimakan indukan saya, karena saya takut2 kasih MBnya, eh pada jamuran (walaupun cukup banyak yang menetas juga). Mungkin indukannya emosi, jadi langsung dimakan semua :lol:

Saya nga tahu deh, ada efek negatif nga yah kalau kebanyakan MB. Ada pengalaman dari breeder2 lain ?

Untuk burayak seukuran kuku, kayaknya masih perlu artemia deh. Beli aja pak, walaupun skrg cuma 40, toh sebentar lagi bakal punya banyak dari indukan sendiri kan ?

Emang kelihatannya mahal, tapi kayaknya jauh lebih aman daripada kutu air deh.

Mungkin bisa diselang-seling, artemia dan blood worm cincang. Atau kalau masih malas kasih artemia, coba aja dikasih BW cincang, kalau memang mulutnya sudah muat, kemungkinan bisa dimakan.

Oh iya, silahkan minta pendapat dari breeder2 lain yang jauh lebih berpengalaman yah pak. Saya masih benar2 baru pelihara discus, jadi pengalamannya masih cetek. Ini aja "nekat" jawab, supaya rame2in forum ini, supaya makin banyak yang tertarik pelihara discus.

Nanti kalau sempat saya mau coba post discus2 peliharaan saya.
Ya bener pak, masukan dan informasi yg didiskusikan diforum ini sgt membantu sekali. Photo2nya jgn lupa dipost ya pak, thx...
By the way, indukan betina discus apabila bertelur, apakah yg jantan pasti membuahi telurnya pak? Saya tdk melihat proses bertelurnya, tau2nya udah ada telur yg melekat pad subsrat. Apakah kemungkinan bisa terjadi, betina terlalu matang gonad lalu melepaskan telurnya sendiri sedangkan jantan acuh tak acuh ( kurang gairah kali ya), sehingga tdk terjadi pembuahan pd telur yg dilepaskan indukan betinanya, bagaiman pak?
Temukan semua posting dari pengguna ini
Kutip pesan ini pada balasan
08-11-2010, 06:15 PM
Posting: #7
Re: Cara berternak Discus
tropiz Tulis:Ya bener pak, masukan dan informasi yg didiskusikan diforum ini sgt membantu sekali. Photo2nya jgn lupa dipost ya pak, thx...
By the way, indukan betina discus apabila bertelur, apakah yg jantan pasti membuahi telurnya pak? Saya tdk melihat proses bertelurnya, tau2nya udah ada telur yg melekat pad subsrat. Apakah kemungkinan bisa terjadi, betina terlalu matang gonad lalu melepaskan telurnya sendiri sedangkan jantan acuh tak acuh ( kurang gairah kali ya), sehingga tdk terjadi pembuahan pd telur yg dilepaskan indukan betinanya, bagaiman pak?

Ha..ha, kita kayak ngobrol berdua aja nih pak tropiz. Yang lain kemana nih ? Ayo dong bantu2 rekan kita yang ini ....

Kalo saya pribadi belum pernah ngalamin kasus seperti itu sih. Tapi dari yang saya baca2 di internet, cukup banyak kasus seperti itu.

Beberapa kasus yg saya baca2 dan ngobrol2 dgn para peternak :

-. Indukan "baru" sehingga si jantannya kurang berpengalaman. Betina sudah mengeluarkan telurnya, Jantannya cuek2 saja. Biasanya sih kasus seperti ini dibiarkan saja, sesudah beberapa kali, nanti si Jantannya jadi lebih berpengalaman. (Asal Jantannya nga mandul yah).

-. Salah identifikasi kelamin indukan. Ternyata dua2nya betina. Kalo yang ini, sampai kapanpun tidak akan pernah berhasil Big Grin

Btw, pak tropiz lokasinya dimana nih ? Indukannya dari strain apa pak ? Kalo nga terlalu jauh, siapa tahu kita bisa saling berkunjung Smile
Temukan semua posting dari pengguna ini
Kutip pesan ini pada balasan
08-11-2010, 07:16 PM
Posting: #8
Re: Cara berternak Discus
Lokasi saya di jl.Husein sastra negara no.99 deket Duta Garden pak miliskk, jenis masih yg leopard dan blue diamond, msh tahap uji coba, blum berani beli yg jenis lain, yg murah aja susah apalagi yg mahal pak miliskk, bisa2 jd discus Asin nantinya, he... he... BTW... koleksinya pak Miliskk jenis apa aja?
Temukan semua posting dari pengguna ini
Kutip pesan ini pada balasan
08-12-2010, 11:36 PM
Posting: #9
Re: Cara berternak Discus
Saya juga masih coba2 sih, belum berani yang mahal2. Biasa deh, standar : Pigeon Checkerboard, Red Melon, LSS, Red White, San Merah.

Tadinya sih cuma mau beli yang kecil2 aja biar murah, eh ada yang nawarin indukan, jadi gelap mata disikat juga, he..he.

Yang besar sih ada 5, tapi yang mau masang cuma 3.

Gimana kabar telur2nya ? Harusnya sudah menetas dong ya.
Temukan semua posting dari pengguna ini
Kutip pesan ini pada balasan
08-13-2010, 11:07 AM
Posting: #10
Re: Cara berternak Discus
Wah punya boz Miliskk yg keren2 baru mencoba udah milih yg keren2, hebat boz miliskk.
telurnya koq tiba2 menhilang ya boz, apa mungkin menetas atau dimakan induknya, atau jg sdh menetas tersedot filter, soalnya filter lupa saya matikan. telurnya satupun nga ada lg yg menempel diparalon.
Temukan semua posting dari pengguna ini
Kutip pesan ini pada balasan
08-13-2010, 03:18 PM
Posting: #11
Re: Cara berternak Discus
Ah biasa aja pak. Masih kecil2 kok, jd nga terlalu mahal juga.

Kemungkinan besar dimakan sama induknya. Terakhir liat kelihatan jamuran nga ? Mungkin juga telurnya tidak dibuahi, jadi langsung dimakan lagi sama induknya.

Nga papa pak, harusnya nga lama lagi bisa bertelur lagi.
Temukan semua posting dari pengguna ini
Kutip pesan ini pada balasan
08-14-2010, 01:09 AM
Posting: #12
Re: Cara berternak Discus
saya bukan master, suhu badan, suhu heater, dan macem2 suhu yg laen...
saya coba bantu ya... saya dapet dari master2 discus, yang mungkin lagi pada sibuk skrg...

biasanya aqua breeding itu 45x45x40, ditutup kertas / dicat di 3sisi. jadi cm keliatan depan/1sisi aja.
pake filter spon aja lebih aman n murah, kl filter yg pake pompa listrik ntr anaknya kesedot.

biasanya MB itu 1 tetes > 4 liter = dosis pencegahan, 1 tetes > 2 liter = dosis pengobatan. (bacaan dari botolnya)

katanya, kl udah nelor, jangan di ganti airnya, sampe anakan di gendong induknya... karena kl parameter air berubah takutnya malah gak jadi telornya...

mungkin itu sedikit yg saya tau...

semoga membantu.


regards,
Pilotcam.
Temukan semua posting dari pengguna ini
Kutip pesan ini pada balasan
08-14-2010, 08:18 AM
Posting: #13
Re: Cara berternak Discus
salam kenal nih, bro tropiz , bro miliskk, bro pilotcam, saya mau sharing pengalaman nih.
saya juga baru nih bro, hampir 2 tahun ini pelihara discus, tertarik karena lihat discus rame rame warna warni di akuarium,
akhirnya 2 tahun lalu saya beli ukuran 2 inc, 4 ekor , ukuran 2,5 inc lebih saya foto di avatar saya.
jenisnya di bilang snake skin, ada yg nawarin tinggal 4 ekor, 2 ekor bintiknya kecil-kecil, 2 ekor lagi bintiknya besar.
dalam perjalanan masing masing mati, jadi tinggal 2 ekor,maklum jarang saya kuras, kebetulan sudah masang bro, jadi semangat lagi nih.
sekarang sudah gendong anak yg ke 2 kali, saya perhatikan & browsing gambar di internet, indukan betina yg tadinya waktu kecil spotnya kecil, besarnya jadi jenis fine line snake skin, kalau induk jantanya yg waktu kecil spotnya besar jadi Lss, besarnya kurang lebih sebesar CD.
aquarium ngak sampai 1 meter, pakai filter samping, awalnya kayanya nggak jodoh, selalu bertengkar, nggak tahu kenapa cewenya nelor juga, jadi akur jagain telornya, pompa filter saya nyalakan sampai 1 hari setelah bertelur,jangan lupa kasi metelin blue beberapa tetes saja, biar air tetap bersih, setelah 1 hari saya ganti filter biasa, beli 12 ribu, dengan busa, supaya nggak kesedot nantinya kalau menetas. setelah 3-4 hari netas, 3-4 hari kemudian sudah terbang ikut induknya.
saya nggak kasi makan tambahan, hanya induknya saja yg saya kasi blood worm beku, karena saya berpikir anaknya tetap menyusui induknya jadi harus saya kasi makan, menjelang 3 minggu setelah menetas, saya beri serutan blood worm, kebetulan setiap 3 minggu pasti indukannya bertengkar kembali jadi saya pisah jantannya, supaya nggak stress, jantannya saya ikutkan anakannya 5 ekor. untuk tahap awal sebagai induk pemula yg menetas cukup banyak jadi sekitar 180 anakan, kematian sekitar 10 ekor,itupun karena kejepit di filter. 1 bulan saya pisah dari induknya, sekarang sudah ukuran +- 1 inc, tahap kedua sudah gendong lagi, telornnya lebih banyak tapi yg menetas lebih sedikit,
mungkin filing saya, birahinya tidak sama waktunya, jadi kemungkinan seperma jantannya dikit.
untuk air saya menggunakan air sumur bor PH 6,5, kalau cuma di endapkan kayanya kurang bro, harus di aerasi 2 hari, yg saya lakukan, logikanya kalau kita masuk sumur pasti akan mati karena kurang oksigen, begitu juga ikan, bisa kecekek kalau nggak ada kadar oksigen di air. Wink
untuk pengurasan, 1 minggu setelah menetas, baru saya sipon kotoran bawahnya, itupun hati hati takut kesedot, paling 1/4 bagian akuarium, isi airnya juga pelan pelan,& tambah garam ikan, metelin blue sedikit. setelah itu saya ganti 3 hari sekali 1/2 bagian, karena pemberian makannya tidak terlalu banyak, sehari 3-4 kali. untuk anakan, sekarang saya tempatkan di 3 akuarium pakai filter aerator, ukuran 1/2 meter cukup padat sekali, karena diisi lebih dari 50 ekor, maklum nggak ada tempat lagi, mau di taruh dikolam takut pada item pasiran karena kena matahari, tapi tiap pulang kerja pasti saya kuras 1/2 bagian, saya beri makan sehari min 4 kali dgn bloodworm beku di serut pakai pisau, sekarang toh ikannya sehat sehat & lincah bro, intinya yg penting kita menyayangi seperti bayi aja kali & pakai filling Wink, demikian pengalaman saya bro semoga berkenan.
Temukan semua posting dari pengguna ini
Kutip pesan ini pada balasan
08-14-2010, 03:27 PM
Posting: #14
Re: Cara berternak Discus
salam kenal jg.... nah, bro brokocot kyknya udah jago tuh, bisa netasin 180ekor... kl saya sih 50 aja udah bagus... hehehehe..
kurang lebih perawatannya gitu lah....
good luck..

regards,
Pilotcam.
Temukan semua posting dari pengguna ini
Kutip pesan ini pada balasan
08-14-2010, 09:23 PM
Posting: #15
Re: Cara berternak Discus
Wah asyik sudah rame nih....

Paling enak bisa sharing2 seperti ini, jadi nga merasa sendirian. Salam kenal juga semuanya yah.

Nga papa deh, pada ngakunya bukan master, yang penting kan bagi pengalamannya ya, he..he.

Kalau saya punya, awalnya menetas cukup banyak, tapi setelah jalan 4 hari, kayaknya tinggal beberapa puluh, nga tahu deh kemana yang lain. Kemungkinan besar pada dimakan lagi sama induknya, atau kesedot waktu ganti air.

Btw, indukan saya sekarang lg gendong kok jadi nga mau makan ya ? Emang begitu atau sakit ya ? Awalnya sih, masih mau makan, tapi sekarang jadi nga mau makan sama sekali.

Pak brokocot, hebat yah, burayaknya bisa sampai 1". Denger2 dalam perjalanan menuju ke 1" banyak sekali yang mati. Saya juga ngalamin sebelum ini.

Pak brokocot, pak Pilotcam tinggal daerah mana pak ? Biar tahu masing2 tempat, jadi suatu saat kalo main ke daerah sana bisa berkunjung.

Saya sih di daerah Kedoya, Jakarta Barat.
Temukan semua posting dari pengguna ini
Kutip pesan ini pada balasan
Posting Balasan 


Menuju Forum:


Pengguna yang membaca thread ini: 1 Tamu