Posting Balasan 
 
Rating Thread:
  • 0 Memberi Suara - 0 Rata-rata
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
air sumur hrs diendapkan?
07-15-2003, 11:57 AM
Posting: #1
air sumur hrs diendapkan?
Salam semuanya,

Dalam pemeliharaan arwana, disarankan utk mengganti air sebanyak 25-30% setiap minggunya. Utk air penggantinya, kalo dr air PAM memang harus diendapkan dan diaerasi (dituakan) dulu agar kandungan chlorinenya hilang. Tapi jika kita memakai air sumur, apakah airnya juga perlu dituakan dulu? ataukah bisa langsung dr sumur/kran air? Bukankah dalam air sumur tidak ada kandungan chlorinenya?

Terimakasih
Temukan semua posting dari pengguna ini
Kutip pesan ini pada balasan
07-15-2003, 12:49 PM
Posting: #2
Re: air sumur hrs diendapkan?
kurdi Tulis:Salam semuanya,

Dalam pemeliharaan arwana, disarankan utk mengganti air sebanyak 25-30% setiap minggunya. Utk air penggantinya, kalo dr air PAM memang harus diendapkan dan diaerasi (dituakan) dulu agar kandungan chlorinenya hilang. Tapi jika kita memakai air sumur, apakah airnya juga perlu dituakan dulu? ataukah bisa langsung dr sumur/kran air? Bukankah dalam air sumur tidak ada kandungan chlorinenya?

Terimakasih

hallo pak Kurdi,

memang engga ada chlorin, tapi magnesium nya apakah ndak tinggi..? hayo.... utk lebih aman saya rasa di endapin lebih baik kali ya trus kasih aerasi.

salam
Deddy
Temukan semua posting dari pengguna ini
Kutip pesan ini pada balasan
07-15-2003, 01:56 PM
Posting: #3
 
Pak deddy ... Waktu ke Solo saya tunggu2 di yogya gak nongol. Eh, malah nongol di sini ....

Memang bener pak, ada kandungan logam/mineral macem2. Bukankah air tanah ini memang paling kaya akan mineral. Cuman, pakah kandungan logam/mineral dalam air sumur ini juga berbahaya bagi aro?
Temukan semua posting dari pengguna ini
Kutip pesan ini pada balasan
07-15-2003, 04:07 PM
Posting: #4
 
kurdi Tulis:Pak deddy ... Waktu ke Solo saya tunggu2 di yogya gak nongol. Eh, malah nongol di sini ....

Memang bener pak, ada kandungan logam/mineral macem2. Bukankah air tanah ini memang paling kaya akan mineral. Cuman, pakah kandungan logam/mineral dalam air sumur ini juga berbahaya bagi aro?

Wuaduh utk details perlu di bawa ke lab oom.... tapi utk aman nya ya diendapkan dulu oom... takut2x paramter nya melebihi std.

he he heh kapan ke jakarta
Temukan semua posting dari pengguna ini
Kutip pesan ini pada balasan
07-15-2003, 04:36 PM
Posting: #5
 
P'Kurdi, apabila kita yakin bahwa air sumur atau air tanah kita benar2 "safe", mungkin nggak terlalu jadi masalah tidak diendapkan, yang diperlukan adalah aerasi agar kandungan oksigennya mencukupi. Tapi apabila kita nggak yakin mengenai hal tsb, atau sudah yakin bahwa kandungan logam air tanah/sumur kita rada ekstrim, ya seperti usulan Bang Davy, sebaiknya dilakukan pengendapan dulu deh. Ini untuk kebaikan aro kita sendiri koq...nggak ada salahnya kita sedikit berhati2 khan!! Smile
Mungkin contoh pengalaman saya bermanfaat:
Air tanah ditempat saya (yg saya gunakan, ditempat saya belum ada sarana PAM), daerah Cimahi Utara/Jawa Barat, cukup jernih dan kelihatan baik2 saja untuk pemeliharaan ikan hias. Tapi kenyataannya, ketika awal2 saya gunakan untuk memelihara diskus, maskoki, koi dan aro saya, mulai terlihat gejala2 kurang baik. Diskus saya rata2 menjadi hitam dan sering sakit2an, maskoki, koi dan aro menjadi pias warnanya. Setiap pergantian air langsung, ikan mengambang dipermukaan bagai keracunan. Diskus atau maskoki kadang mati apabila ada penggantian air.
Penasaran dengan kualitas air, saya memeriksakan ke Lab. dan hasilnya; Kandungan mangan dan zat kapur sangat tinggi, PH tinggi, hanya kandungan zat besi yang rendah. Akhirnya saya membangun sistem filter untuk mengatasi itu semua, memang tidak bisa sempurna semua teratasi, tapi paling tidak ikan2 saya bisa hidup lebih nyaman dan lebih prima penampilannya. Pemijahan pun dapat berjalan.
Saat ini saya bisa saja menggunakan air tanah langsung, tapi masih ada persoalan, yaitu kandungan oksigen sangat rendah jadi sering membuat ikan megap2 jika ada penggantian air. Untuk amannya maka tetap saya melakukan "penuaan" air minimal satu malam dengan memberikan aerasi air yg akan digunakan.

Mudah2an bermanfaat P'Kurdi. Untuk kekurangannya, mungkin yg lain bisa menambahkan. :wink:
Temukan semua posting dari pengguna ini
Kutip pesan ini pada balasan
07-16-2003, 12:18 PM
Posting: #6
 
Kata teman saya kalau di daerah kota jangan pakai air sumur.. bener engak sich... (katanya bisax2 mengandung minyak atau oli..dari home industri yang bandel buangx2 limbah..)
thanks
Temukan semua posting dari pengguna ini
Kutip pesan ini pada balasan
07-17-2003, 10:42 AM
Posting: #7
 
Thank Pak Deddy and Bung Fajar.
Memang lebih baik ambil amannya saja, salah-salah bisa fatal akibatnya ....

Bung Christian, untung rumah saya nggak di kota. Wong ndeso kula niki ..... Tongue Gimana breeding mas koki, sdh mulai?
Temukan semua posting dari pengguna ini
Kutip pesan ini pada balasan
07-18-2003, 01:35 AM
Posting: #8
 
Perlu pemeriksaan air tanah ke laboratorium. Selanjutnya seperti yang Kang FajarL kemukakan. Yang pernah saya coba pemberian aerasi yang cukup efektif adalah dengan menggunakan pompa/powerhead, kekuatan powerhead bergantung volume air yang diaerasi. Saya menggunakan pow.hd 10 W dengan ketinggian 15-20 cm dibawah permukaan air dg vol yg diaerasi 200 Lt, cukup "tua" dalam empat jam. Prinsipnya air yang akan dikonsumsi arwana harus DIOLAH lebih dahulu bergantung keadaannya (kalau perlu filter dll).

Salam,
dOels

Klik dOels Gallery-1 , Gallery-2 . 021-929-789-61 , 0813-15-8818-12
Kunjungi website pengguna ini Temukan semua posting dari pengguna ini
Kutip pesan ini pada balasan
07-18-2003, 12:00 PM
Posting: #9
 
p' doels dan rekan-rekan lain,

apakah sama efektifnya ditampung dan diolah dengan menggunakan power head (dengan ketinggian spt yang p' doels sebutkan) dibandingkan dengan menggunakan aerasi biasa (pake gelembung aerator)?

apakah perlu lebih lama atau treatement lain?

Luke
Temukan semua posting dari pengguna ini
Kutip pesan ini pada balasan
07-22-2003, 08:58 AM
Posting: #10
 
Pengalaman saya setiap ganti air aqua,

saya cukup gunakan filter atas dgn busa lalu ditambah carbon aktif, setelah 6 jam , carbon aktif saya angkat, lalu saya tambahkan garam ikan + methylin blue ke aqua, setelah garam larut , saya masukkan ikan ke aqua.

dan hasilnya cukup bagus, ikan saya gak pernah stress , apalagi mati.

Saya rasa cara diatas cukup efektif baik utk air tanah maupun PAM.
Temukan semua posting dari pengguna ini
Kutip pesan ini pada balasan
07-24-2003, 07:48 AM
Posting: #11
 
siauw.luke Tulis:p' doels dan rekan-rekan lain,

apakah sama efektifnya ditampung dan diolah dengan menggunakan power head (dengan ketinggian spt yang p' doels sebutkan) dibandingkan dengan menggunakan aerasi biasa (pake gelembung aerator)?

apakah perlu lebih lama atau treatement lain?

Luke
Saya sebelumnya pernah menggunakan aerator biasa (pompa karet dengan dinamo) dengan daya 5 Watt. Cukup lama untuk menjadikan air tampungan "matang" dan "tua". Dengan aerator tsb, volume 200 lt 12 jam saja kurang cukup. Masalah karetnya juga kadang mudah lemah dan bocor, kalau tidak ketahuan, pompanya bunyi tapi aeratornya gak jalan. Perhatikan pula slang udara kecilnya jangan sampai tergencet.
Saya akan mencoba menggunakan aerasi semburan powerhead dikombinasi dengan kucuran (agar kedengaran bunyinya Smile )

Salam,

Klik dOels Gallery-1 , Gallery-2 . 021-929-789-61 , 0813-15-8818-12
Kunjungi website pengguna ini Temukan semua posting dari pengguna ini
Kutip pesan ini pada balasan
07-24-2003, 02:47 PM
Posting: #12
 
makasih infonya ....

Luke
Temukan semua posting dari pengguna ini
Kutip pesan ini pada balasan
07-25-2003, 01:26 PM
Posting: #13
 
bagaimana dengan air aqua ?
saya dengar sebagian orang mengatakan baik untuk pemeliharaan aro dan sebagian mengatakan kurang baik ?
mana sih yang benar sebenarnya ?
Temukan semua posting dari pengguna ini
Kutip pesan ini pada balasan
Posting Balasan 


Menuju Forum:


Pengguna yang membaca thread ini: 1 Tamu