Ornamental Fish Information Service Highlights Forum
Filter P Hermanto n P Aquaplantee - Versi Cetak

+- Ornamental Fish Information Service Highlights Forum (http://forum.o-fish.com)
+-- Forum: Akuarium Tawar (Freshwater Aquarium) (/forum-4.html)
+--- Forum: Maskoki (/forum-32.html)
+--- Thread: Filter P Hermanto n P Aquaplantee (/thread-7757.html)

Halaman: 1 2 3 4 5 6 7


- Irwan - 05-19-2006 01:57 PM

aquaplantae Tulis:
Irwan Tulis:Saya ikut nimbrung, boleh kan ?
P Aquaplantae, P Her dan rekan lain nya.

Saya buat filter biologi baru berjalan 2 minggu, dari talang air utk kolam uk 1,5 m X 1,5 m x 30 cm
uk talang air panj nya 1,5 m serta pakai power head utk sedot air ke talang air. Di talang air saya sekat jadi 3 bagian. sekat pertama diisai kapas & busa sepanj 30 cm, sekat ke dua saya isi bioball sepanjang 100 cm dan sekat ketiga saya isi busa lagi sepanjang 20 cm. air yg di sedot dari kolam masuk ke sekat pertama serta terus melewati sekat ke 2 dan ke 3.

karena daya sedot pompa yg besar maka saya lobangi talang utk air jatuh ke kolam lagi setelah di filter (talang air), saya lobangi di bawah sekat pertama dan sekat ke 3 serta saya tambahin lagi di samping sekat pertama , samping sekat ke 2 dan samping sekat 3 ( jadi total lobang utk air jatuh dr filter ada 5 lobang). Air yg ada di talang setinggi kira - kira 7 cm serta bioball mengapung. Filter tsb baru berjalan 2 minggu dan kolam tsb kena matahari tapi tdk langsung krn di dinding kolam ada tebing dan tanamam. Sampai minggu ke 3 ini, air tetap jernih dan ada lumut yg halus aja di dinding kolam.

Yang saya bingung :
1. di sekat 2 yg ada bioball nya itu banyak nyamuk. Ini nyamuk jenis apa, saya takut nya nyamuk jenis demam berdarah. Serta kalau saya kasih abate apakah bakteri yg menguntungkan itu musnah ?
Dgn obat apa atau sistem apa supaya genangan di sekat bioball tdk ada nyamuk

2. Apakah sistem filter saya sdh cukup baik.
3. pakai alat apa utk cek kadar amoniak.

Salam
Irwan

utk pak irwan,

1. memang ini kendala yg dihadapi oleh kebanyakan sistem filter biologis dgn chamber. krn arus relatif tenang, nyamuk dpt leluasa bertelur. makanya ada yg menciptakan sistem bakki shower (sebenarnya ini tipe wet/dry filter yg dijepangkan). penggunaan abate tdk mslh, krn ini merupakan pestisida sistemik utk hama ttt, spt crustacea dan jentik nyamuk. tp yg penting dosisnya diperhatikan, krn abate akan meninggalkan residu.

2. mengenai sistem, sy tdk bisa memerikan komentar yg lain, krn sy sdh mengekspresikan pada tulisan sy diatas mengenai pandangan thd oh filter.

3. beli amonia test kit di toko aquarium pak. macam2 merknya, ada yg tetra, sera, jbl, azoo, la motte dll.

Trim's buat P, Aquaplante atas jawaban nya.

Kalau sistem nya saya ubah ke bakki shower yg 2 tingkat. Maksud nya, air inlet masuk ke tingkat pertama yg di kasih kapas & busa, setelah tersaring air akan jatuh dari bawah ke tingkat ke dua yg saya isi bioball dan air dari tingkat ke dua akan jatuh dari bawah lagi ke kolam. Kalau tingkat 1 & 2 tdk ada air sama sekali yg tergenang, kan pasti tdk ada nyamuk.

Saya nanya lagi dong :
1.apakah bakteri yg menguntungkan bisa hidup tanpa air tergenang serta hanya ada air yg jatuh saja setelah air tsb jatuh lagi ke kolam (wet /dry).

2. serta bisa tdk dikatakan sistem tsb berjalan secara bakki shower 2 tingkat. (ideal nya 4 tingkat, isi nya apa aja yah ?)

Terima kasih banyak
Irwan


- Williamd - 05-19-2006 04:16 PM

Irwan Tulis:Trim's buat P, Aquaplante atas jawaban nya.

Kalau sistem nya saya ubah ke bakki shower yg 2 tingkat. Maksud nya, air inlet masuk ke tingkat pertama yg di kasih kapas & busa, setelah tersaring air akan jatuh dari bawah ke tingkat ke dua yg saya isi bioball dan air dari tingkat ke dua akan jatuh dari bawah lagi ke kolam. Kalau tingkat 1 & 2 tdk ada air sama sekali yg tergenang, kan pasti tdk ada nyamuk.

Saya nanya lagi dong :
1.apakah bakteri yg menguntungkan bisa hidup tanpa air tergenang serta hanya ada air yg jatuh saja setelah air tsb jatuh lagi ke kolam (wet /dry).

2. serta bisa tdk dikatakan sistem tsb berjalan secara bakki shower 2 tingkat. (ideal nya 4 tingkat, isi nya apa aja yah ?)

Terima kasih banyak
Irwan

Bakteri gak bisa hidup tanpa air dan gak keburu 'mengolah air' kalo arusnya terlalu kencang.


- libradave - 05-19-2006 04:42 PM

Pak Hermanto n P Aquaplantae,

Terima kasih sekali lagi for all the guidiance.
But honestly I am confuse tentang DIATOM atau Algae Coklat, sementara P Aquaplantae menganjurkan agar dibersihkan P Hermanto malah sebaliknya (dibiarkan, jika cahaya cukup akan menjadi hijau). Yang mana nich pak?

Mengenai filter biologis yang akan aku gunakan, apakah bioball dalam posisi terendam atau malah tidak boleh terendam, melainkan hanya dilewati kucuran2 air saja?

Bagi teman2 yang perlu Zeolite dan Arang, silahkan mampir kerumah untuk mengambil mungkin cukup untuk -8 aquarium karena Arang/ karbon aktif dan semua zeolite semuanya baru saya rebus mendidih dan sudah keringkan dengan terik matahari. Mestinya sih aktif kembali.
hehehehe.....

Sebelumnya saya ucapkan terima kasih.

David


- aquaplantae - 05-19-2006 07:08 PM

libradave Tulis:Pak Hermanto n P Aquaplantae,

Terima kasih sekali lagi for all the guidiance.
But honestly I am confuse tentang DIATOM atau Algae Coklat, sementara P Aquaplantae menganjurkan agar dibersihkan P Hermanto malah sebaliknya (dibiarkan, jika cahaya cukup akan menjadi hijau). Yang mana nich pak?

Mengenai filter biologis yang akan aku gunakan, apakah bioball dalam posisi terendam atau malah tidak boleh terendam, melainkan hanya dilewati kucuran2 air saja?

Bagi teman2 yang perlu Zeolite dan Arang, silahkan mampir kerumah untuk mengambil mungkin cukup untuk -8 aquarium karena Arang/ karbon aktif dan semua zeolite semuanya baru saya rebus mendidih dan sudah keringkan dengan terik matahari. Mestinya sih aktif kembali.
hehehehe.....

Sebelumnya saya ucapkan terima kasih.

David

sebenarnya diatom tdk terlalu mslh sih. mau dibersihkan boleh, dibiarkan juga gpp. kehadirannya tdk seperti kehadiran gw yg sgt mempengaruhi pemunculan carpet algae.

idealnya, bioball itu diciptakan utk media wet/dry filter. makanya bioball terbuat dr plastik dan sangat ringan. tp sy selama ini menggunakan utk keduanya (wet/dry n wet only), ga ada mslh kok. ini sdh dibuktikan melalui pengukuran kadar amonia, nitrit n nitrat di air.

hehehehe, soal aktivasi arang n zeolit, sepertinya salah kaprah yah. arang hny bisa diaktivasi dengan pemanasan kembali dalam kondisi kering, alias di oven hingga 800-1000 derajat celcius dalam ruang bertekanan. dengan cara inilah proses pembuatan ruang2 mikron dalam arang aktif. ruang2 mikron inilah yg menjerat partikel2 halus dlm air. dgn pemanasan kembali ini diharapkan kotoran yg ada dpt "menguap" dan ruangan kosong kembali. cara yang lain lagi adalah dengan merendam arang dalam larutan asam kuat n pekat, misal h2so4. berhubung kedua proses ini scr ekonomis lebih mahal drpd beli yg baru, so saran sy, arang lama dibuang sj setiap sebulan setelah pemakaian n beli lagi dengan yg baru. arang aktif murah kok harganya. lain soalnya dengan zeolit. zeolit dpt direcharge ulang dengan merendamnya di larutan garam pekat. zeolit bekerja dengan kapasitas tukar ion. ketika zeolit sudah jenuh, setelah direndam di air garam pekat, ion natrium akan merefresh ulang zeolit. tp spt yg kita ketahui, drpd buang2 garam, lebih baik zeolit bekas dibuang n diganti dgn yg baru. zeolit sendiri dpt diganti antara 1-3 bulan pemakaian, tergantung dengan tingkat kontaminasi air, yg sekali lagi bergantung pada jumlah ikan (biota) yg kita pelihara.


- aquaplantae - 05-19-2006 07:08 PM

Irwan Tulis:Trim's buat P, Aquaplante atas jawaban nya.

Kalau sistem nya saya ubah ke bakki shower yg 2 tingkat. Maksud nya, air inlet masuk ke tingkat pertama yg di kasih kapas & busa, setelah tersaring air akan jatuh dari bawah ke tingkat ke dua yg saya isi bioball dan air dari tingkat ke dua akan jatuh dari bawah lagi ke kolam. Kalau tingkat 1 & 2 tdk ada air sama sekali yg tergenang, kan pasti tdk ada nyamuk.

Saya nanya lagi dong :
1.apakah bakteri yg menguntungkan bisa hidup tanpa air tergenang serta hanya ada air yg jatuh saja setelah air tsb jatuh lagi ke kolam (wet /dry).

2. serta bisa tdk dikatakan sistem tsb berjalan secara bakki shower 2 tingkat. (ideal nya 4 tingkat, isi nya apa aja yah ?)

Terima kasih banyak
Irwan

1. sdh dijawab oleh pak william.

2. sy sendiri belum pernah coba utk 2 tingkat, menurut sy terlalu sedikit kontak air dgn bioballnya. tp ya silahkan dicoba aja, kl ga dicoba kan ga akan pernah tau hasilnya. biasanya bakki shower diisi japanese filter mat dan bioball. filter mat utk pre filter, agar bioball tdk tersumbat dgn kotoran.


- hermanto - 05-19-2006 07:14 PM

Wah, nggak buka sehari diskusinya udah banyak banget.
Pak David, media bioball nya sebaiknya terendam semua yah, kalau nggak terendam, bioball ya nggak berfungsi. Ttg alga coklat, nggak usah bingung. Silahkan eksperimen aja Pak. Bisa lho dua hal yg berbeda itu sama-sama benar, hehe. Pak Aquaplante sukanya air dikuras biar nggak jadi GW. Saya sukanya air dibiarkan aja jadi GW, ntar juga berubah jadi bening. Dua-duanya sih bisa work, cuman mungkin cara pak Aquaplante lebih cepat, meski lebih repot.
Pak Irwan, secara teori sih filter Bapak bisa2 kapasitas kurang memadai. Tapi saya pernah lihat juga filter dari talang dipakai untuk kolam dan menurut perhitungan saya nggak memadai. Tapi airnya bening dan pemiliknya bilang sudah berbulan-bulan tidak nguras, tidak diapa-apain. Air bening dan ikan saya lihat sehat2. Dia tanya, apa filter perlu dirubah? Saya bilang, as long as it works well, meski tidak sesuai teori, jangan diubah2 lagi. Kalau punya Bapak berjalan dgn baik, jangan diapa-apakan lagi Pak.
Untuk masalah nyamuk, sempat terpikir, pernah nggak ada teman yang mencoba tanaman2 penghalau nyamuk seperti rosemerie atau lavender? Saya sih belum pernah, tapi kalau ada yg pernah coba, cerita2 ya hasilnya.
Produk2 bakteri penjernih air, saya nggak mau pakai. Rada curiga sih. Apa benar bakteri bisa bertahan lama sekali dalam botol tanpa oksigen dan dipajang di rak2 toko ikan? Saya rada sependapat dgn Pak Aquaplante mungkin produk yg Pak Apungcool beli itu memang labelnya bakteri, tapi jangan2 itu obat kimiawi Pak.
Pak Hanyabiasa, daripada Yakultnya dikasih ke ikan dan belum pasti hasilnya, mending kirim ke rumah saya aja Pak, haha. Anak2 saya suka lho!


- andri_2001 - 05-19-2006 11:04 PM

Tongue Nimbrung yah..saran buat Pak Libradave, saya seh udah ud pernah mencoba saran Pak Hermanto, sekitar ud jalan 1 1/2 bulan gitu .. filter biologis tanpa arang dan zeolit.. menggunakan lampu untuk ukuran aqua 120x40x40.. lampu nyala dari jam 7.30 samapai jam 9 mlm/12 malam .. hasilnya kondisi air stabil.. ikan semua lincah.. dan belakangan ini timbul green carpet di dasar , tapi yg di dinding berwarna coklat, lama kelamaan berubah menjadi hijau. air saya ganti 20% tipa 1 minggu sekali.. Benar yg Pak Hermanto bilang, baru2 ini saya tinggal ikan saya tanpa makan (biasanya makan 1 hari 3-4 kali) krn ada job ke bandung, sy minta tolong bokap utk take care selama 3 hari. tapi saya minta kasih makan hanya sekali saja.. hari ini saya pulang, ternyata carpet hijau ud pada bolong2 jadi totol2 gitu.. mungkin karena kelaperan yah Pak Her?? hehhehe Tongue Tongue


- Wong BANTEN - 05-20-2006 09:47 AM

PROBIOTIK ini yang untuk apa ?
AKAR atau AIR?
Saya tertarik banget,karena ada beberapa jenis probiotik yg bisa ATUR supaya cycle-nya ga sempurna.


- AD1 - 05-20-2006 08:49 PM

Mumpung lagi membahas filter................... sekalian menyambung masalah yg dulu itu (bagaimana menge-cek apakah filter biologi sudah ok). Saya sudah mengamati selama beberapa minggu ini, aqua selalu jernih dan tidak ada busa di permukaan (eh dulu itu Pak Hermanto bilang kalo ada busa di permukaan merupakan tanda filter biologi tidak berkerja efektif = kadar zat-zat buruk tinggi??????) Untuk saran dari Bapak2 expert yang lain (beli alat tes) belum saya lakukan karena akhir2 ini saya sedang extra sibuk dengan kerjaan kantor. Hehehehe..............
Jadi sekarang, saya ambil kesimpulan awal kalo sistem filter saya sudah ok karena maskoki sehat walafiat en tetap rajin bertelur. Hehehe.......
Terima kasih banyak atas saran-saran & bahasan yang bermanfaat dari Pak Hermanto, Pak Aquaplantae dan para expert lain di forum ini.

Note: aqua saya 100x50x40 dg filter samping isi kapas + 200an bioball, lampu nyala 24jam x 7 hari seminggu, en selalu diganti air 100% tiap hari sabtu & tambah garam ikan 1 sendok teh / gallon air tiap kali ganti air.


- nduts - 05-22-2006 02:07 AM

diskusi dan topik paling menarik nih hiehiehiehie,......mohon diterusin.........
saya cuman mo bagi pengalaman aja tentang abate untuk nyamuk,....saya tidak pernah mendapat masalah dng penggunaan abate,......baik untuk koi maupun koki,........ga pernah mati gara2 abate,.......aman2 aja tuh?..........cuman kalo di aquarium males bersihin residunya aja (spt yg dibilang boss aquaplante)....asal dosis diperhatikan ga bahaya kok,......ga ngaruh ke ikan,....kalo kebanyakan ya iya ngaruh,...sama kayak kita kalo makan gula ato garam 1kg ya ngaruh jadinya hiehiehiehiehiehi.....intinnya,...nurut saya kalo nuntasin masalah nyamuk/kutu jarum ga ada yg sebagus abate,..itu aja....lanjuuuuuuuuuuuut..........


kutu jarum - chandramerpati - 05-22-2006 12:04 PM

rekan2,
untuk pemakaian ABATE sebaiknya takarannya gimana ya? Akuarium saya ukurannya 120x50x60.

Terus, akuarium seringkali bermasalah dengan kutu jarum. Sudah 2x ini dalam 2 bulan terakhir timbul wabah kutu jarum. Penyelesaiannya selalu saya kasi garam plus Dylox. Sebelumnya kutu2 itu saya cabutin dulu dari ikannya. Berhasil seh tapi kemudian timbul lagi.

Masalahnya karena apa ya? Kualitas air? Saya selalu kuras 100% setiap minggu dan tiap 3 hari ganti 50%. Kemudian ada heater juga untuk menjaga temperatur.

Mohon pencerahannya.Thanks.

Salam,
Chandra


- apungcool - 05-22-2006 05:10 PM

buat pak apungcool, ketika anda memberikan bakteri probiotik, bagaimana keadaan filternya? kl filternya nyala, mungkin sj memang air akan jernih dlm hitungan menit. tp terus terang sy sgt curiga dengan kandungan probiotik tsb. sebab proses biologis tdk akan berlangsung secepat itu. utk melakukan suatu proses biologis diperlukan lingkungan yg sesuai, suhu aktivasi, energi aktivasi dan variabel2 lainnya yg tdk tersedia di aquarium dalam waktu singkat. satu2nya yg bisa mempercepat proses biologis adalah enzim (anggap sj sbg katalis). dan enzim hny diproduksi oleh kelenjar ttt (dlm tubuh manusia) atau oleh bakteri ttt, tp balik lagi, bakteri tsb juga butuh waktu utk produksi enzim ttt. semua saling berkaitan satu sama lain. jd kl pak apungcool bilang itu adalah bakteri probiotik, sptnya sy kurang bisa menerima.

lain halnya dengan proses kimia, yg dpt terjadi dlm periode lama, sedang dan cepat. sy td sempat kepikiran kl yg pak apungcool berikan ke air itu bukan bakteri probiotik, tp cairan kimia. ada bbrp produk aquarium spt c*m*rl*ng, mereka mengikat partikel halus di air dan menggumpalkannya menjadi partikel berukuran lebih besar. ini jelas bukan bakteri probiotik, tp bahan kimia yg fungsinya mirip spt ion exchanger. ketika partikel kotoran sdh berukuran lebih besar, mereka lebih mudah dijerat oleh filter mekanik.

satu hal yg hrs diperhatikan mengenai bakteri probiotik. dahulu pak wahyu (webmaster sekaligus pemilik dan pendiri forum ini) pernah menjelaskan kpd sy bbrp hal berkenaan dgn bakteri probiotik.

1. bakteri probiotik itu sifatnya secondary. krn masing2 membawa rantang yg panjang. rantang ini berisi makanan mereka yg sdh dipersiapkan oleh produsennya. cara kerja mereka adalah, selagi menghabiskan rantang yg dibawanya, mereka juga memakan apa yg ada disekitar (lingkungan, dalam hal ini air aquarium/kolam). apabila rantang sdh habis, mereka tdk berguna lagi, krn itu hrs ditambahkan lagi bakteri probiotik setiap selang bbrp waktu atau ditambahkan makanan utama mrk.

2. bakteri probiotik tdk mempercepat pematangan filter biologis, malah bisa dibilang mereka menghambat, karena sumber makanan yg tersedia utk bakteri utama ikut2an dimakan oleh bakteri probiotik. yg benar adalah probiotik mempercepat proses perombakan bahan buangan yg ada.

3. apabila pertumbuhan algae yg diincar, sebaiknya pemberian probiotik ditiadakan, krn mereka akan melepaskan bbrp senyawa antibiotik sebagai buangan. ini sebabnya ikan yg dipelihara dlm air yg diberikan probiotik bs lebih sehat n jarang sakit, krn terjadi hub timbal balik tsb. antibiotik ini dpt meniadakan pertumbuhan algae.

4. spt hampir semua cara kerja bakteri, mereka justru mem-breakdown lagi kotoran yg ada menjadi lebih kecil lagi. apa ini bisa dibilang menjernihkan, sy rasa tidak. kotoran hrs ditangkap utk dpt dibilang menjernihkan. kehadiran bakteri semata hny utk memoles kondisi air di aquarium/kolam agar layak ditinggali oleh ikan atau biota air lainnya.

cukup sekian tanggapan dr saya. terima kasih atas perhatiannya.
_________________


Wah cukup ramai ya pembahasan nya......maaf agak telat respond. Baru bisa buka o-fish lagi.

Pak aqua plantee. Ya saat saya memasukkan bakteri itu, filter menyala. Saya dengar, bakteri akan bekerja optimum jika pasokan udara juga memadai. Krn saya gak pakai aerator, pasokan oksigen saya tgantung jatuhan air dari filter samping yg balik ke aqua.

Masalah kandungan probiotik yg saya pakai, saya yakin 100% itu adalah bakteri bukan kimia seperti ce.....ng. kenapa yakin? Banyak hal:
1. Serbuk bakteri probiotik saya campurkan ke pellet ikan saya. Efeknya bisa di lihat dari kotoran ikan. Seberapa banyak kotoran ikan yg muncul. Ini tanda utk melihat pakah pencernaan berlangsung optimal atau tidak. Dalam arti seberapa banyak persentase makanan yg bisa di cerna. ini sama hal nya kalau anda mencba minum ya....t seperti yg Bapak Hanya biasa katakan. To be honest, saya cukup lama main di koi, di mana filter biologi yg sempurna, sampai sejauh ini menurut saya banyak terdapat di kolam koi. Saya coba meniru pakar2 koi dalam memeprlakukan filter mereka.
2. Alasan kedua ini mungkin agak berbau kroni :lol: . Distributor bakteri probiotik itu adalah teman saya di koi, yg penggunaan atas merek bakteri probiotoknya banyak di bahas di milis ikan koi oleh para hobiis dan pakar koi. Tapi maaf ini bukan sarana promosi, makanya saya gak nyebut merek.

Mungkin Bapak bisa liat di bawah mikroskop apakah sebuk ini merupakan serbuk kimia atau bakteri.

Masalah efek yg cepat, saya juga sempat bepikir harusnya ada satu katalis yg mempercepat proses itu? Atau apakah lingkungan aqua saya cukup bagus utk mempercepat proses ini? krn saat itu saya hanya memperbaharui filter dengan bakteri pengurai (suatu filter, entah itu mekanik atau bilogis, akan mencapai titik jenuh. Setelah melewati titik ini kerja filer tidak akan optimum). Tidak ada bioball yg saya ganti atau air yg saya kuras atau kapas yg saya berikan (filter saya full bioball, tidak memakai kapas utk memfilter kotoran besar). Jadi sebenarnya saya pikir kondisi aqua saya masih cukup bagus utk pertumbuhan bakteri. Tp mungkin jumlah baktei yg ada kurang mencukupi sehingga air menjadi keruh. So pada saat bakteri di tambahkan, filter kembali bekerja optimum.

Mungkin pada suatu titik akan tercapai di mana jumlah bakteri probiotik bekurang, sehingga memang perlu penambahan bakteri probiotik. Saya pikir ini effort yg memang harus kita lakukan jika ingin filter sehat.

Masalah bakteri akan berlomba dengan carpet algae dalam mencari makan. Balik2 ini berdasar pengalaman saya. Di mana filter biologi bekerja tp carpet algae tetap muncul. Saya gak ngerti kenapa tapi mungkin persaingan carpet algae dgn bakteri tidak sehebat persaingan GW dengan bakteri. ini saya gak ngerti. Hanya berdasar pengalam pribadi saya

Ya, hasil akhir bakteri akan tetap meupakan kotoran, tapi dalam jumlah yg jauh lebih kecil. Sehingga kapasita nya tidak cukup utk memperkeruh air

Salam


- hermanto - 05-22-2006 09:30 PM

Untuk Pak Chandra, saya mau share pengalaman dgn kutu jarum. Biasanya kutu itu dibawa ikan baru. Lalu semua ikan di kolam kita akan ketularan. Penanganannya sebenarnya sederhana, tapi mesti teliti. Pertama, isolasi tempat tsb, jangan ada ikan baru lagi dulu. Kemudian periksa satu per satu ikannya dgn teliti dan cabut semua kutu jarum yg kelihatan sampai akar2nya tercabut pula. Seteliti mungkin, jangan sampai ada yg ketinggalan. Dgn melakukan ini, kemungkinannya adalah masih ada sedikit bibit yg tersisa yg tidak sempat kita cabut. Beberapa hari kemudian, lakukan hal yg sama: periksa semua ikan dgn teliti dan cabut. Perlu beberapa hari, karena dlm beberapa hari tsb bibit yg masih ada akan menjadi dewasa, sehingga bisa terlihat, tapi belum sempat bertelur. Lakukan hal seperti ini selama 2 atau 3 kali. Setelah pasti ikan2 tsb bebas dari kutu jarum, saya jamin kutu tsb tidak akan keluar lagi, selama tidak ada bibit baru yg masuk. Kalau tenggang waktu antara pencabutan pertama dan berikutnya terlalu lama, ini memberi kesempatan kutu jarum itu berkembang biak, maka usaha kita menjadi sia2. Tenggang waktu nya cukup 2 hari. Tanpa obat2an, kutu tsb akan hilang. Salam. Hermanto


kutu jarum - chandramerpati - 05-23-2006 04:38 PM

Pak Hermanto,
Terima kasih banyak atas infonya pak. Selama ini saya memang cabuti. Tapi karena saya tidak punya pinset saya biasanya pakai jari tangan aja. Kalau wabah yang pertama, akhirnya memakan korban koki balon saya pulang ke surga (atau neraka yah? :lol: ) karena kutunya banyak dan pencabutan saya kayaknya menyiksa... :roll:

Tapi wabah yang kedua, karena cuman satu ikan dan baru kecil kutunya langsung saya cabut dan syukurnya OK sampai sekarang.

Tapi analisa bapak memang benar. Wabah ke-2 timbul setelah ranchu hibahan teman saya itu masuk akuarium. Tapi anehnya kenapa ranchu itu sendiri sampai saat ini tidak ada masalah apa2 ya? Saya pelototi :shock: juga gak ada satu kutupun.

salam,
Chandra


- hermanto - 05-23-2006 10:46 PM

Mungkin kebetulan dapet kutu yg pinter aja Pak. Bisa sembunyi. :lol: Just kidding.