Ornamental Fish Information Service Highlights Forum
UV Sterilizers - Versi Cetak

+- Ornamental Fish Information Service Highlights Forum (http://forum.o-fish.com)
+-- Forum: Akuarium Tawar (Freshwater Aquarium) (/forumdisplay.php?fid=4)
+--- Forum: Maskoki (/forumdisplay.php?fid=32)
+--- Thread: UV Sterilizers (/showthread.php?tid=7351)

Halaman: 1 2 3 4


UV Sterilizers - chandramerpati - 07-27-2006 02:43 PM

Dear rekan2...

Saya mau bertanya mengenai UV Sterilizer neh. Karena saya barusan beli dan pengen tahu mendetil mengenai plus minusnya.

1. Seberapa efektif penggunaan UV Sterilizer untuk membunuh bakteri?
2. Apa saja kerugian menggunakan UV Sterilizer?
3. Hal2 apa saja yang mesti diperhatikan dalam penggunaan UV Sterilizer agar tercapai maximum effectivenessnya?
4. Untuk rekan2 yang sudah pernah/sedang pakai, bagaimana pengalaman2nya?

Ditunggu ya masukan2nya...
Thanks... Big Grin


- Johan Susanto - 07-27-2006 03:01 PM

1. Seberapa efektif penggunaan UV Sterilizer untuk membunuh bakteri?

penggunaan UV strzl efective membunuh bacteri yg tdk menguntungkan, kalo kita menggunakanya size yg tepat. perumpamaan (tdk mungkin kita bawa pesawat boing dgn mbl pick up, ato bawa motor bebek 1 dgn truk 10 roda).

2. Apa saja kerugian menggunakan UV Sterilizer?

ikut memusnahkan bacteri yg menguntungkan. jgn pake 24 jam.

3. Hal2 apa saja yang mesti diperhatikan dalam penggunaan UV Sterilizer agar tercapai maximum effectivenessnya?

air yg mengalir lewat UV hrs kena sinar minimum 1 detik. utk maximal ganti bohlamnya tiap 6 bulan sekali.

4. Untuk rekan2 yang sudah pernah/sedang pakai, bagaimana pengalaman2nya?

katanya lbh bagus pake ozone, tapi ozone tingkat pengunaan lbh repot dibanding UV, yg tinggal colok.


- hermanto - 07-27-2006 10:48 PM

Menurut saya UV sterilizer itu efektif Pak. Air yg saya kasih metilin blue, kalau dialirkan lewat UVS itu, akan berubah jadi bening dalam 1 hari atau kurang. Memang ada pro kontra ttg penggunaan UV. Takutnya bakteri semua mati dan ikan jadi hidup di kondisi yg terlalu steril, sehingga kalau di taruh dalam kondisi biasa, ikan akan nggak kuat. Namun dari literaatur di Fancy Goldfish, hal itu tidak perlu ditakutkan. UV hanya membunuh bakteri dan alga yg melewati alat tsb. Jadi yg terbunuh adalah bakteri dan alga yg melayang di air. Namun yg menempel di dinding, atau di media filter, tidak akan terpengaruh, karena mereka tidak melewati alat tsb. Jadi menurut saya, sebaiknya, UV dialirkan ke kapas (untuk menyaring kotoran, bakteri yg mati dll). Bagaimanapun, UV mematikan, namun tidak menyaring / memerangkap kotoran. Lalu setelah lewat kapas, bolehlah kalau mau dilewatkan filter biologis. Bakteri di filter biologis tidak akan mati.
Saya sendiri menggunakan UVS hanya untuk ikan sakit.
Sedang ozone, saya beli merk resun, yg mahal, tapi tergolong murah untuk peralatan ozone. Nggak efektif. Mungkin nggak asli ozone-nya.
Ttg ozone sendiri, yg saya pelajari, efektif membunuh bibit penyakit, menyeterilkan air, dalam waktu yg jauh lebih singkat dari UVS. Ikan sakit yg ditaruh di air yg sudah di ozone, akan langsung kelihatan segar. Drastis pokoknya. Namun kalau ikan ditaruh di air SAMBIL di ozone, o... jangan lama-lama. Katanya lebih dari 10 menit saja ikan bisa bablas ke surga. Prinsipnya, ozone membunuh kehidupan. Dalam kadar sedikit, ia mensterilkan. Dalam kadar banyak, jangankan ikan, manusiapun bisa berangkat. Itu yg saya dengar.
Salam. Hermanto


- Williamd - 07-28-2006 08:20 AM

Setuju dengan pendapat Pak Johan dan Pak Hermanto, walaupun saya pribadi belum mencobanya. Berdasarkan pengalaman adik saya yg menggunakan UV sterilizer utk mengatasi lumut di akuarium aro, ternyata lumut yg menempel di kaca akuarium pun lama kelamaan akan habis. Mungkin karena nutrisi yg dibutuhkan oleh lumut ikut terpengaruh/mati oleh sinar UV tsb.

Karena itu saya rasa lebih baik UVS jangan digabung jadi 1 rangkaian dgn sistem filter biologis. Lebih baik dibuat terpisah, utk menghindari matinya BB dalam filter biologis. Kalo terpaksa harus digabung, mungkin sebaiknya UVS diletakkan terakhir. Jadi urutannya: air akuarium masuk ke sistem filter lebih dulu, kemudian ke UVS, baru kembali ke akuarium.

Sebenarnya penggunaan UVS dalam sistem tertutup seperti akuarium agak jarang (gak umum). Lebih banyak digunakan dalam kolam. Ada juga yg menggunakan UVS utk mensterilkan air sumur yg ditampung dalam bak penampungan. Kalo kita menampung air PAM sih mungkin gak perlu, karena udah ada chlorine-nya yg membunuh kuman.

Itu pendapat saya pribadi, mohon dikoreksi bila salah :oops: .

Regards,
William

NB: hati2 dengan kebocoran sinar UV, jangan sampe kena ke ikan atau manusia. Gak baik kalo terlalu lama kena sinar itu.


- chandramerpati - 07-28-2006 10:14 AM

Pak Johan (salam kenal pak...), Pak Hermanto, dan Pak William,

Thanks buat masukan2nya..
UVS saya merk Resun ukuran 11 watt. Saya akan pasang di aquarium utama yang berukuran 120x70x40 di dalam rumah saya.
Memang dalam pemikiran saya sama seperti Pak William sarankan, air akan masuk (dengan sistem gerojokan) ke filter mekanis dulu yaitu kapas (2 lapis) dan kemudian di bawahnya sekitar 200-300 bioball. Dari chamber itu air disedot oleh PH yang outletnya saya sambungkan dengan inlet UVS. Outlet UVS saya pasangi selang dan pipa untuk mengalirkan kembali air ke aqua. Kurang lebih itu skema yang saya pikirkan.

Mohon masukan:
1. Apakah skema yang saya pikirkan ini sudah OK atau ada yang bisa diperbaiki?
2. Biasanya lebih baik berapa lama UVS ini dihidupkan per harinya?
3. Mengenai penggantian lampu, saya dengar bahwa lampu bisa tahan sampai dengan 9-12 bulan. Sedangkan Pak Johan sebutkan kurang lebih 6 bulan. Bagaimana cara pengukurannya untuk memastikan lampu sudah perlu diganti? Apa tunggu putus?
4. Saya sempat baca di website Raffless Gold, bahwa setelah 6 bulan alat UVS ini akan mengalami "kemunduran efektivitas" karena jadi kotor dan keruh akibat algae dan kotoran ikan. Jadi harus dibongkar total dan dibersihkan. Apakah benar begini?

Thanks... Big Grin


- hermanto - 07-28-2006 07:08 PM

Yg saya belum tahu, apa ya efek UVS ini terhadap amonia? Apakah menghancurkan amonia? Kalau iya, berarti rangkaian yg di sarankan pak William lebih bagus dari yg saya sarankan. Yg saya sarankan adalah air masuk UV dulu lalu masuk filter biologis. Sama seperti Pak Chandra ya? Tapi kalau amonia sudah diurai oleh UVS, maka yg masuk ke filter biologis adalah air yg sudah tidak mengandung amonia, jadi percuma dong filter biologisnya. Dan lagi, bakteri pengurai akan kekurangan pakan, dan lambat laun mati juga. Kalau skema pak William adalah air masuk ke filter biologis dulu, baru masuk ke UVS. Air akuarium tempat ikan pasti mengandung amonia yg berasal dari kotoran ikan. Masuk dulu ke filter biologis, berarti bakteri dapet makanan untuk berkembang biak. Setelah itu disterilkan dgn UVS. Lebih baik kelihatannya.
Namun saya jadi mikir, apa nggak redundant ya? Apa cukup UVS dan filter mekanis aja?


- apungcool - 07-29-2006 07:50 PM

Dear rekan2 senior,

Wah lagi tertarik saya sama UV ini. Lagi kepikiran punya UV krn kejadian dulu wabah aeomonas di kolam saya. Kira2 berapa harga UV yg resun yah? Mohon info Thx

Salam


- hermanto - 07-29-2006 08:33 PM

Saya pakai UV yg 9 watt, merk lupa, harga sekitar 225rb Pak. Ada beberapa tipe. Ada yg digabung langsung menjadi satu set dgn pompa dan lampu tidak bisa diganti. Saya beli yg lampunya bisa diganti.


- eK - 07-29-2006 10:52 PM

1 lampunya mahal tidak ya? kalo 6 bulan sekali harus ganti, dan biaya listrik gimana?

Yang saya pernah baca UV ini untuk menghindari green water ya?


- hermanto - 07-31-2006 09:46 PM

GW mati juga kena UVS Pak. Lampunya kalo nggak salah 90rb. O ya, lampu tsb kalo nyala nggak boleh kita liat, bisa bikin mata buta. Hati2 ya.


- chandramerpati - 08-01-2006 11:10 AM

Pak Hermanto,
Menurut beberapa teman, amonia tidak bisa dihilangkan dengan UVS. Mungkin Pak Hendro bisa beri insights yang lebih dalam mengenai water quality setelah ditreatment dengan UVS?

Wah harga lampu sparenya lumayan juga ya? Berarti dalam waktu 1.5 tahun jadi impas dong harga lampu dengan harga satu set alat baru. Big Grin Big Grin Big Grin

Belum kejawab neh pertanyaan saya. Apakah lampu UV itu diganti langsung setiap 6 bulan atau tunggu putus sendiri? Big Grin

Thanks


- aquaplantae - 08-01-2006 02:02 PM

chandramerpati Tulis:Pak Hermanto,
Menurut beberapa teman, amonia tidak bisa dihilangkan dengan UVS. Mungkin Pak Hendro bisa beri insights yang lebih dalam mengenai water quality setelah ditreatment dengan UVS?

Wah harga lampu sparenya lumayan juga ya? Berarti dalam waktu 1.5 tahun jadi impas dong harga lampu dengan harga satu set alat baru. Big Grin Big Grin Big Grin

Belum kejawab neh pertanyaan saya. Apakah lampu UV itu diganti langsung setiap 6 bulan atau tunggu putus sendiri? Big Grin

Thanks

setau sy, ikatan amonia tdk bisa dibreakdown begitu sj dengan menggunakan uvs. penggunaan uvs lebih kearah pembasmian patogen n parasit utk pencegahan. water quality sendiri tdk berbeda jauh antara yg sdh melewati uvs dan yg belum. yg beda hanya airnya menjadi sedikit lebih higienis, krn sdh hampir tdk ada parasit n patogen. mengenai water chemistry setelah melewati uvs, mungkin ada sedikit perubahan ya. tp ini minor sekali. sy sendiri belum pernah mendapatkan artikel mengenai ini, tp susah juga ya utk menerbitkan artikel macam ini. krn hasilnya pasti tdk valid utk daerah lain yg kualitas airnya berbeda.

sebenarnya utk pencegahan dlm kaitannya dgn water treatment, lebih baik menggunakan ozonizer. tp sulitnya, ozonizer yg dijual disini, terlebih yg buatan taiwan n rrc patut dipertanyakan kualitasnya. lain halnya dgn uvs, produk mereka memang sdh ok. rekan sy pernah coba ukur air yg telah diozonisasi dgn ozonizer yg buatan rrc, ternyata nilai orp (oxidation reduction potential) nya tdk berbeda jauh dgn yg belum diberikan perlakuan. padahal alat sdh nyala 2 x 24 jam. sedangkan air yg diberikan perlakuan dgn ozonizer branded yg ternama memperlihatkan perbedaan yg signifkan pada angka orp-nya. dr segi harga juga yg buatan rrc rada meragukan. setau sy ozonizer bisa seharga US$ 300-700 utk buatan eropa, sedangkan yg rrc punya hanya dgn Rp 300rb-an sdh dpt.

utk penggantian lampu, lebih baik setiap 6 bulan sekali pak. sy juga mengganti setiap 6 bulan sekali kok. tp kl lampunya tdk sering dinyalamatikan usia pakai bisa lebih panjang, mungkin hingga 9 bulan pak. sy sendiri tdk pernah mematikan uvs, jd kondisi selalu nyala terus. tapi tetap setiap 6 bulan sy ganti.


- hermanto - 08-01-2006 06:02 PM

Betul Pak Aquaplante. Setahu saya, ikan yg di ozone lebih dari 10 menit bisa mati. Tapi produk RRC yg saya beli, ikannya saya ozone sampai 1 hari penuh juga nggak kenapa-kenapa. Saya jadi mikir ini beneran apa kagak. Penjelasan Bapak membuat saya yakin ozone ini cuman mainan belaka. Saya lagi mempertimbangkan produk merk Advante yg sekarang lagi banyak di mall2, bagaimana menurut Bapak?


- aquaplantae - 08-01-2006 10:51 PM

hermanto Tulis:Betul Pak Aquaplante. Setahu saya, ikan yg di ozone lebih dari 10 menit bisa mati. Tapi produk RRC yg saya beli, ikannya saya ozone sampai 1 hari penuh juga nggak kenapa-kenapa. Saya jadi mikir ini beneran apa kagak. Penjelasan Bapak membuat saya yakin ozone ini cuman mainan belaka. Saya lagi mempertimbangkan produk merk Advante yg sekarang lagi banyak di mall2, bagaimana menurut Bapak?

terus terang pak hermanto, sy sendiri ga tau n ga pernah dengar merk advante. tp kl memang mau beli ozonizer, bisa beli yg khusus utk keperluan aq air laut, seperti reef system atau yg lain. selain itu ozonizer yg dipergunakan utk keperluan air isi ulang, sangat memadai kl utk digunakan pada water treatment utk koki, krn standarnya utk manusia.

kl mau lebih pasti n yakin, coba pak hermanto googling aja untuk kategori alat2 aquarium air laut. mereka biasanya menyediakan ozonizer. kali2 aja bisa dikirim ke indonesia pak.


- chandramerpati - 08-02-2006 10:02 AM

Pak Hermanto, Pak Hendro, dan Pak William...

Jadi kesimpulannya, bakteri dan patogen akan menjadi tanggung jawab UVS selama kurang lebih 6 bulan. Sedangkan amonia akan menjadi tanggung jawab filter bio.
Begitukah? Sorry kalau kesimpulan saya masih salah dan tolong dibetulkan... :wink: :wink:

Kalau begitu, lebih baik UVS dihidupkan nonstop 24 jam atau dihidupkan beberapa jam/hari dan kemudian dimatikan. Mana yang lebih efektif?

Kemudian, dengan perlakuan seperti itu. Berapa lama sekali interval kuras yang disarankan?

Thanks