Ornamental Fish Information Service Highlights Forum

Versi Penuh: FORUM DISKUSI BUDIDAYA IKAN NILA
Anda sedang melihat tampilan versi penjabaran ke bawah dari konten kami. Lihat tampilan versi penuh dengan format yang lebih baik.
Halaman: 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13
boss Felix, harga pakan nila yang boss gunakan berapa per karung nih?

Guest

Yang baru ini Rp. 150000/30 kg
:shock:,dengan harga segitu masih bisa ambil profit ya? harga jual nila di palembang berapa nih?

Guest

Di Palembang kalo biasa Rp. 10.000/kg, kalo musim hari raya sekitar 11-12000 ukuran sekilo 4 ekor minimal.
Boss xilef yth,
Harga 10 ribu rup, untuk nila jenis apa Boss, lumayan bagus ya harganya.
Genomar memang leading di masalah perikanan rakyat untuk region Asia-Afrika, tapi kalau beli bibit dari mereka, busyet dah, persysratannya terlalu berat buat petani rakyat macam saya, belum lagi kalau harga jualnya sama dg standar harga lokal :cry:. Hitung2an nya nggak mungkin masuk. Mungkin harus mulai dengan apa yg ada di sekeliling kita, mulai kecil2an dulu, dan mulai sekarang :roll: Kawan kita Mr JOE_mujair, yg banyak ngajarin saya mengenai permainan dia, beliau pemain GST (genomar supreme tilapia), di negara jiran. Beliau juga termasuk jenis campuran, antara mujair Malay dengan mujair AmirikaBig Grin
Untuk sementara sudah ada gambaran untuk Indukan, Lokasi, Pakan dan ekspertis, tinggal peninjauan lapangan secara langsung dan berhitung-hitung waktu dll, nha - baru deh banyak kelihatan masalah2 lainnya nanti.
Kalau mulai dengan idukan, di bulan Juni, bisa nembak Munggah atau Lebaran nggak ya?, kan lumayan tuh ada tambahan margin Smile .
Untungnya dulu Boss kita incar, susahnya belakangan Big Grin .
Terimakasih dan salam hormat

Guest

benar,bos.kita susah masuk international company gitu, kuat bgt. Kalo gak salah lebaran 24-25 Oktober, kalau menggunakan bibit monosex saya perkirakan bisa mencapai sekilo 4.Pemeliharaan memakan waktu 3-4 bulan. bisa sistem kebut, tapi untuk jangka panjang saya takutnya ada timbul problem tar bos, ibaratnya bangunan pake fondasi pasir :lol: Bagaimana pemasaran benih dan daging, bos Tony sdh ada jalur?ini penting lho, tar kita cetak2 ga bisa keluar, berabe khan :shock:
Untuk info, saya kembali ke Bogor sekitar tanggal 20an. Wah, bisa belajar n tuker pikiran dgn Mr JOE_mujair tuh..
Boss Felix jual langsung ke pasar ya?harganya bagus bener.punya saya cuma jual harga pasar doank sekitar 6000-6500/kg isi 5-6ekor Sad. oh ya tadi saya sudah dapat kontek ke PT suri Tani pemuka. merk NGA harga sekitar 145rb/krg tapi harga pabrik. ambil sendiri Smile. bulan depan aku test pakai merk NGA mau lihat hasilnya bagaimana tapi blom monosex nih.sekarang ini saya lagi coba pembibitan gurami, kebetulan saya punya gurami sekitar 150an ekor ukuran 7ons-1,5kg .mau di sortir sama org yang kerja di dinas perikanan untuk jadikan indukan moga2 sukses Big Grin

Guest

Bos, kalau mau test pakan,kudu pake nila monosex, kalo pake nila biasa tar kacau hasil ma FCR nya, alih2 jadi banyak anaknya ga gede2. Gurame mau disortir bagian apanya?Kalo boleh saran,boz.Gurame baru mulai menjadi induk sekitar 1,5-2kg keatas.,Ukuran 7 ons, masih terlalu kecil n muda menurut saya kurang berguna disortir, tapi saya kurang tahu di pemikiran dari orang dinasnya?. Nanti saja disortir ukuran 1,5kg min .Induk teman saya malah berukuran 2,5kgan. Jantan berukuran 1,5kg up baru dapat dilihat secara visual dengan ciri jenongnya lebih besar dan untuk umur yang sama biasanya jantan lebih cepet besarnya.Jantan membuat sarang dan menjadi teritorial semasa ia akan beranak, jadi jangan masukkan jantan terlalu banyak di kolam pemijahan, bisa2 berantem terus Big Grin . Semua ini cuma saran dari sahabat aja,bos,jangan dibilang ma orang perikanannya,ga enak Big Grin
Sama aja Boss harga di tempat saya juga segituan, kalau yg sekilo satu atau sekilo dua , kadang2 dihargai lebih dikit sekitar 7 rebuan/kilo.
Harga tsb yg membuat bertani Nila kurang menarik, sementara harga pelet sama dengan ikan Mas yg harga jualnya 10 rebuan/kilo.
Harga kita susah mendongkraknya/hampir tak mungkin lah, yg masih mungkin di siasati adalah biaya produksinya, dengan memanfaatkan kelebihan2 yg dimiliki ikan Nila (gift?).
Di tempat lain, lain juga masalahnya, harga pelet lebih murah, harga jual ikannya lebih mahal, maka bertani nila masih sangat menarik (misalnya di Filipina), walaupun ada masalah juga yg lainnya (seperti Pajak dll). Bedanya colong menyolong ikan samasekali nggak pernah terjadi, di pulau Jawa sebaliknya hal tsb sangat jarang tidak terjadinya Big Grin.
Untuk bermitra dengan Genomar, sebetulnya nggak susah2 amat prosesnya. Masalah yg pertama, persyaratan kemitraannya tidak sesuai dengan keadaan kita disini, yg antara lain- ikan nggak boleh ada yg lepas keluar areal peternakan, nggak boleh dijadikan biangan/indukan dll. Masalah keduanya, kalau kita beli bibit seukuran 2 s/d 3 jari, harga terima di Jakarta terlalu mahal, utk ukuran di bawah itu (murahan dikit) mereka nggak mau jual. Dari kedua masalah tersebut, sudah pasti kita nggak akan tertarik. Saya cuplik sebagian dari persyaratan pembelian bibit dari mereka:
2. PRICE AND PAYMENT
For the ( ) Fingerlings delivered to the Purchaser the Purchaser will pay ( ) including VAT plus freight from Manila to airport in ( ) to be agreed upon.
Advance Payment may be requested and shall be paid prior to shipment. Final Payment of balance shall be made to GenoMar ASA within 21 days from receipt of final invoice.
3. LIMITATION IN DISPOSAL
•The Purchaser may use the Fingerlings for farming at the Purchaser’s fish farms only. The Purchaser may not sell or in any other way give third parties possession of Fingerlings before after culling.
•The Tilapia must under no circumstances be used in breeding activities.
•The Purchaser undertakes to establish sufficient security arrangements and act with sufficient care, in order to protect the Fingerlings from theft and/or escape. If the Purchaser is in doubt of its obligations to secure the Fingerlings, the Supplier will give information about necessary precautionary measures.
•The Purchaser undertakes that it will conduct its farming activities in accordance with recognized industry standards. The Supplier can offer information about such standards.


JOE namanya doang farmer/petani Tilapia, masalah teknis nggak pernah mau tahu, bisanya berhitung laba doang:evil: :twisted: . Kalau ditanyain masalah gimana culling nya/ nyortirnya, pola ngasih pakannya, jawabannya nggak pernah beda, selalu begini: "I did it this way"--sambil buka dompetnya. Kalau kita2 bilang sih"Bayar aja tukangnya". Jadi tanpa dompet yg berisi tebal sekali JOE_MUJAIR is nothing, teu nyaho naon2. Masalahnya dia punya dompet buanyak sekali Big Grin. Jadi JOE tak ada guna. :evil:
Terimakasih dan salam hormat.
boss Felix yang saya pelihara nila gift tadi tidak beli bibit,mkalum dalam pembesaran campur jantan betina jadi ada yang MBA n dijadikan bibit untuk pembesaran berikutnya :lol:.mau monosex harus sediakan kolam sendiri lagi nih untuk prosesnya.Gurami yang mau saya jadikan indukan juga pilih yang besar2, ukuran dibawah 1kg mau saya jual semua.maklum ngak kuat pakannya,rakus banget :?

Guest

To: Bos tony

Wah sadis juga yah Genomar :shock: , Mr. Joe saya sangka praktisi handal nila juga, kalo always open his wallet bisa2 lama2 jadi berabe tuh.
Iya, info saya di bogor emang segitu harga nila, jadi kalau mau maen di nila kudu pake teknologi n kontrol yang baik dari segala bidang.Boz Tony ada kenal orang coldstorage ga?sapa tau harganya lebih bersaing, saat ini lg maen ikan apa aja,bos?

To: Bos Freddy

Kalo begitu boleh juga,bos.asal pemilihan induknya baik caranya dan benar kualitasnya. Sepengalaman saya anakan ikan nila kebanyakan (diatas 50% betina) kalau dibesarkan agak susah, ukuran 1,5 ons sudah beranak pinak, n kalo udah sekali beranak susah besarnya, energiakan digunakan untuk bertelur lagi. Disamping itu ikan nila yang sedang mengeram anaknya tidak akan makan, ikan menjadi kurus. Lebih parah lagi kalau terjadi inbreeding(anak kawin ma induknya) anakan yang dihasilkan mengalami penurunan kualitas pertumbuhannya.
iya nih udah pasti kawin silang trus,anak jantan kawin ama ibunya,anak betina kawin ama bapaknya :lol:. jadi menurut boss Felix untuk pengadaan pembibitan monosex lebih baik saya membeli indukan yang sudah siap produksi?atau sortir dari hasil pembesaran?

Guest

Kalau untuk membuat bibit nila monosex, sebaiknya menggunakan induk baru yang kualitasnya terjamin, demi mendapatkan bibit yang baik, penggunaan bibit yang baik dan berkualitas akan menghemat biaya produksi ke depannya Big Grin . Bos Freddy mau buat monosex udah tekhinik ma hormonnya?
mau sih tapi harus tunggu dana untuk bangun kolam2 di lahan baru :lol:. kalau kolam cuma 3-4buah masih tanggung.kalau teknik sih dari yang saya baca dibuku,burayak nila yang kecil-kecil diberi hormon(lupa namanya hehe harus buka buku contekan dulu) yang dicampur di airnya,atau bisa melalui pakan yang dicampur hormonnya. :oops:.yang saya binggung mau beli dimana ya indukan nila gift yang bagus.cara melihatnya dari ukuran tubuh?atau bagaimana ya?
Boss Tony,
Apa kabar? Senang mengikuti diskusi nya.. apalagi sekarang ada boss Xilef yang seperti nya aquaculturist tulen..(ngga seperti aku yang cuman website farmer doang). Sebenarnya kalau mau target untuk ekspor (ukuran 700 gram/ekor keatas), nilai tambah nya akan lebih banyak dan tidak sekedar dihargai Rp 6000,-/kg. Cuman kalau dikerjakan sendiri dari fingerling sampe 700 gr modal terlalu berat dan carrying risk terlalu lama/besar.

Mungkin perlu direalisir pola kerjasama dalam bentuk mata rantai produksi (seperti cita cita boss Rizki Mola dulu.. ) - Ada yang di pembenihan untuk menghasilkan mono sex fingerlings, ada yang konsentrasi sampai 250 gram, kemudian ada lagi yang besarin sampe 500 gram, dan seterusnya sampe 700 gr. Pola seperti ini saya pernah baca di majalah Trobos.. lupa namanya Haji siapa (mungkin Haji Nila).. Dia bekas pejabat Departemen Kehutanan atau Pertanian yang hobinya ngumpulin kolam air deras (katanya punya 250 kolam air deras.. ). Dia bermitra dengan perusahaan eksportir, beberapa petani ikan sebagai plasma, dan perusahaan pembuat pakan ikan (dia dapat harga pabrik)

Untuk bantu dari segi pemasaran, saya kenal pak Sonny Zaini yang pernah jadi presdir PT Phillps Food Indonesia - (mungkin Boss Tony kenal) karena bidang usahanya mirip mirip ekspor rajungan, shrimp, dan produk ikan laut lainnya.

Dijadiin aja deh, proyek Nila ini.. nanti aku ikutan disalah satu mata rantai produksinya.. Mungkin kita bikin pertemuan di kolam Boss Tony untuk omongin ini lebih lanjut?

Salam,
Ponky
Halaman: 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13
URL Referensi